December 22, 2011

Aku Bangga Menjadi Seorang Perempuan



Perempuan. Dikenal karena kelembutan hatinya, keikhlasannya dalam mencintai, kesabarannya dalam mengasihi, dan ketegarannya dalam menghadapi masalah yang dilaluinya. Walau tak jarang banyak sebagian dari kaum pria masih berfikir bahwa kami sebagai perempuan hanyalah seonggok makhluk yang lemah dan sangat mudah diperdaya. Hanya karena memiliki otot, bukan berarti mereka jauh lebih hebat dari pada kami. Aku yakin, Tuhan itu sangat adil. Dia menciptakan pria yang sangat kuat dan penuh ambisi, namun semua itu tak berarti apa-apa tanpa adanya kasih sayang seorang perempuan dihidupnya.

Perempuan. Makhluk Tuhan yang begitu anggun. Memiliki beragam keunikan di dalamnya. Mungkin tampak lemah di luar, namun Tuhan menciptakan hati yang begitu kuat untuk kami para perempuan. Hati yang sanggup merasakan sakit saat kami dikecewakan oleh cinta, hati yang sanggup untuk merelakan kepergian orang yang dikasihinya. Kami tegar, kami kuat, kami hebat. Terkadang kami mungkin memang mudah sekali menangis, tapi itu cukup membuktikan bagaimana tulusnya kami dalam mencintai mereka para pria.

Perempuan. Mungkin masih sering dipandang sebelah mata. Dan tak jarang masih dianggap hanya dapat berlindung di bawah ketiak seorang pria. Namun jangan salah, perempuan yang sekarang lebih kuat dari apa yang mereka pikirkan. Kami tak selamanya takluk di bawah kuasa mereka. Kami bisa mandiri tanpa mereka, kami bisa berdiri sendiri tanpa mereka. Namun kami ingin berterima kasih pada mereka. Mereka yang meninggalkan luka dihati kami, justru menjadikan kami sosok yang semakin tegar.

Tuhan, kami ingin menjadi perempuan yang baik untuk kedua orang tua kami, sebagai anak mereka.
Tuhan, kami ingin menjadi perempuan yang santun untuk suami kami nanti, sebagai istrinya.
Tuhan, kami ingin menjadi perempuan yang penuh kelembutan untuk anak-anak kami nanti, sebagai seorang ibu pastinya.
Dan Tuhan, kami ingin menjadi perempuan yang mulia di mataMu, sebagai seorang hambaMu yang takjub akan segala kuasaMu.

Untuk kalian, yang menjadi bagian dari kaum pria, hormati kami sebagaimana kalian menghormati ibu kalian. Hargai kami sebagaimana kalian menghargai ayah kalian. Lindungi kami sebagaimana kalian menjaga harta yang paling berharga dari hidup kalian. Jangan pernah mempermainkan perempuan, karena karma Tuhan itu selalu ada.

Tuhan, aku bangga menjadi seorang perempuan.

November 28, 2011

HAPPY ANNIVERSARY 83rd PERSIJA !!!


SEMOGA TUHAN MELINDUNGI KAMU, SERTA TERCAPAI SEMUA ANGAN DAN CITA-CITAMU. MUDAH-MUDAHAN DIBERI UMUR PANJANG, SEHAT SELAMA-LAMANYA.

28 November 2011... Hari ini tepat dari 83 tahun yang lalu kau hadir memberi warna dalam sejarah sepak bola Indonesia. PERSIJA (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) pada mulanya dikala pemerintahan hindia belanda masih bernama VIJ (Voetbalbond Indonesish Jakarta), dan ketika Indonesia kembali menjadi negara kesatuan VIJ berubah nama menjadi PERSIJA sampai saat ini. PERSIJA memiliki julukan MACAN KEMAYORAN, dan memiliki pemain kedua belas yang berperan sebagai pendukung sejatinya yang dikenal banyak orang sebagai THE JAKMANIA.

Selama 83 tahun berada di dunia sepak bola Indonesia, PERSIJA cukup banyak meraih beberapa gelar prestasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
Perserikatan 
·         Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1) 
·         Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2) 
·         Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3) 
·         Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4) 
·         Tahun 1964, Juara Perserikatan (5) 
·         Tahun 1973, Juara Perserikatan (6) 
·         Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan(7) 
·         Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
·         Tahun 1979, Juara Perserikatan (9) 
·         Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan 

Liga Indonesia
·         Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat 
·         Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat 
·         Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat 
·         Tahun 1998, Semifinalis 
·         Tahun 1999, Semifinalis 
·         Tahun 2001, Juara Liga Indonesia 
·         Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri 
·         Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri 
·         Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri 
·         Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia 
·         Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar 

Liga Super Indonesia
·         Tahun 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia 
Piala Indonesia 
·         Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia 
·         Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3 
·         Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3 

Internasional
Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam   

Selama 83 tahun pula PERSIJA selalu saja mengalami hambatan yang datang silih berganti. Tapi gue yakin, sebagai salah satu tim besar di Indonesia, sudah sewajarnya bila PERSIJA selalu saja dizalimi oleh mereka-mereka yang memiliki kepentingannya sendiri. Anggap saja itu sebagai proses untuk menjadikan tim ini semakin kokoh, serta resiko sebagai tim ibu kota yang selalu menjadi sorotan media.Mulai dari harus menjalani partai usiran, tidak mendapatkan izin dari kepolisian setempat, keributan antar sesama oren, permasalahan manajemen PERSIJA, sampai yang terbaru masalah dualisme tentang kepemilikian PERSIJA oleh PSSI. Tapi sebagai THE JAKMANIA yang cerdas, kita tentu sudah mengenal mana PERSIJA yang selama ini kita dukung. PERSIJA yang sudah berusia 83 tahun dan memiliki satu bintang di dadanya, bukannya kesebelasan yang baru berdiri satu tahun kemarin. Entahlah, semakin kesini kepengurusan PSSI menurut gue semakin berantakan, mau dibawa kemana nantinya wajah sepak bola Indonesia di tangan pemimpin-pemimpin seperti itu ?

PERSIJA PERSIJA PERSIJA... Menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga ibu kota Jakarta tentunya. Teriknya kota Jakarta, kekacauan di saat banjir datang, kemacetan yang menjadi makanan pokok setiap hari, semuanya berubah menjadi senyuman saat PERSIJA bertanding di lapangan hijau. Yaa... Tak usah kalian tanyakan lagi PERSIJA versi siapanya, jika kalian cerdas, kalian tahu jika sejatinya hanya ada satu PERSIJA di INDONESIA. PERSIJA JAKARTA... The one and only.

Ah PERSIJA... Kau selalu saja memiliki cara tersendiri untuk membuat kami semakin jatuh cinta. "DEMI PERSIJA APA PUN KU LAKUKAN !!!" Yaa... Darah oren itu sudah terlanjur mengalir deras dalam tubuh kami. Dan kami bangga telah menjadi pemain kedua belas untukmu. Semuanya karena PERSIJA, semuanya demi PERSIJA, semuanya untuk PERSIJA, kami siap melawan semua yang menghadang.Semangatku dikakimu jangan kau sia-sia, berlarilah trus tanpa mengenal kata lelah PERSIJA ! Kalian tak pernah sendirian, karena ada kami yang selalu setia memberikanmu semangat dari pinggir lapangan.

SELAMAT ULANG TAHUN PERSIJA... JADILAH YANG TERBAIK DI ANTARA YANG TERBAIK... Saat salah satu teman menanyakan, "Kado apa yang udah lo kasih buat PERSIJA ?", gue cuma bisa jawab "LOYALITAS TANPA BATAS". Gue rasa itu udah lebih dari cukup. PERSIJA ga butuh lebih dari para pemain kedua belasnya, selain semangat untuk selalu memberikan doa dan dukungan bagi PERSIJA dalam keadaan apa pun juga. Semoga ke depannya, PERSIJA semakin menjadi salah satu tim sepak bola yang disegani oleh lawan-lawannya di lapangan hijau. DO THE BEST AND GET BETTER, PERSIJA SAMPAI MATI !

#83thPersija #SavePersija #RealPersija


November 20, 2011

Menikmati Sepak Bola dengan Cara yang Berbeda


Sepak Bola... Entah kenapa gue sangat teramat mencintai sepak bola. Apa yang istimewa dari sepak bola sampai gue dibuat tergila-gila karnanya ? Yang gue tau, gue banyak belajar dari sana. Gue ga tau yaa apa gue udah pantes disebut sebagai suporter sepak bola ? Atau bahkan cuma sebatas penonton kah ? Mungkin saat ini gue lebih nyaman disebut sebagai salah satu penikmat sepak bola, baik dari dalam mau pun dari luar negri.

Gue inget pertama kali kenal sepak bola sejak usia gue delapan tahun. Waktu itu tahun 1998, masanya Piala Dunia di Perancis, bener ga ? Waktu usia segitu gue mungkin cuma sekedar ikut-ikutan, masih ga paham banget lah sama sepak bola. Belum tau gimana rasanya nonton di stadion, belum tau gimana rasanya begadang cuma buat nonton pertandingan. Pokoknya waktu itu masih jadi anak bawang. Sampai suatu hari gue dikenalkan dengan Timnas Indonesia, Persija Jakarta, dan Chelsea FC. Semakin beranjak dewasa gue semakin gencar mengikuti perkembangan sepak bola, terutama klub-klub yang gue dukung. Oh iyaa, gue inget waktu itu nyokap gue pernah bilang sama gue, "Ga pentes cewek suka sama bola, ga pantes cewek datang ke stadion, urakan !" Hmm, beliau ngomong gitu pas gue mau berangkat ke Lebak Bulus buat nonton pertandingan Persija vs PSPS. Tapi pada dasarnya gue keras kepala, gue ga pernah dengerin omongan nyokap kalo masalah nonton bola. Bukan cuma itu, gue pernah loh dilempar pake bantal sama ompol adik gue pas berisik nonton Liga Champion waktu Chelsea FC lawan Liverpool hahaha, semua gara-gara sepak bola kawan.

Tulisan tadi cuma sebagai intermezzo aja, bukan itu intinya kenapa gue mau bikin tulisan ini. Hmm, apa pendapat kalian tentang suporter dadakan kawan ? Menurut kalian apa itu loyalitas tanpa batas ? Dan kemudian bagaimana pandangan kalian tentang nasionalisme ? Bagaimana cara kalian mendukung sepak bola Indonesia ? Seberapa penting sepak bola dalam hidup kalian ? Jawab pertanyaan gue di hati kalian aja, jujurlah pada diri kalian sendiri.

Kenapa di awal tulisan gue menyebutkan kalo saat ini gue lebih nyaman disebut sebagai penikmat sepak bola bukannya suporter ? Soalnya dewasa ini banyak suporter yang SOK ! Maaf yaa, agak emosi nih hehehe. Saling menghujat sesama pecinta sepak bola, saling mencibir sesama "suporter", saling mengukur kadar loyalitas, saling membanggakan nasionalisme antar individu, bla... bla... bla... HELL ! Emang udah merasa paling loyal yaa ? Udah merasa paling NASIONALIS gitu hah ?! Hahaha NGOOK ! Ga usah ngurusin orang lain men, tiap orang punya caranya tersendiri buat ngedukung sepak bola Indonesia. Lo bilang mereka sok nasionalis, lo apaan ? Lo bilang mereka ga loyal, emang lo selalu dateng setiap timnas atau klub yang lo dukung bertanding ? Ngerasa suporter SEMPURNA lo ?! Ga usah deh perang statment kayak gitu, NGACA dulu apa diri lo udah pantes disebut SUPORTER SESUNGGUHNYA ?!

Ah sepak bola... Kau begitu hebat, sampai membuat kondisi seperti ini. Gue sekarang lebih banyak diam dibanding ikut berkomentar, ga mau dibilang SOK TAU. Intinya gue, lo, mereka punya cara tersendiri buat memberikan dukungan dan menunjukkan rasa cinta buat sepak bola Indonesia. Hargai men, lo juga mau kan pendapat lo dihargai ? Jangan merasa paling EKSIS, toh kita semua sama-sama pecinta sepak bola kan, kedudukannya setara di stadion. Kekalahan sesungguhnya adalah saat terjadi perang di kubu suporter itu sendiri, bukannya di lapangan. So, berpikirlah dewasa, buat sepak bola, buat INDONESIA.