2008...
INDONESIA
vs THAILAND... Saya sudah tidak terlalu ingat dengan pasti (faktor usia dan
penyakit) pertandingan babak apa pada saat itu, kalau tidak salah mungkin babak
semi final AFF CUP 2008. Saya berangkat bersama tiga teman saya untuk
menyaksikan pertandingan tersebut di gelora bung karno. Waktu itu kami membeli
tiket kelas dua seharga Rp. 50.000,00 ! Kami membeli tiket setengah jam
sebelum kick off, tidak terlalu sulit bagi kami untuk mendapatkan tiket itu
karena jumlah suporter yang datang bisa dibilang tidak terlalu banyak, bahkan
untuk babak semi final dapat dibilang sangat sedikit. Dan walaupun kami membeli
tiket kelas dua, kami dapat menyaksikan pertandingan dari sektor 11 yang bisa
dibilang itu adalah untuk orang-orang yang membeli tiket kelas satu. Bagaimana
tidak ? Jumlah penonton yang sangat sedikit memudahkan kami untuk bebas memilih
tempat duduk sesuka hati. Dan saat kick off hampir dimulai, kami semua
menyanyikan lagu INDONESIA RAYA, dan seperti biasa saya selalu merasakan
atmosfer yang luar biasa setiap berada pada momen tersebut. Pada saat itu pun
hati kecil saya bertanya-tanya, ada dimana sebenarnya masyarakat Indonesia ?
Masih adakah yang peduli terhadap sepak bola negeri ini ? Ini kandang kita, ini
timnas kita, mengapa stadion utama gelora bung karno saat ini seperti kuburan saja,
sepi, bahkan sangat teramat sepi. Apa karna timnas kita miskin akan prestasi ?
Hmm, justru itulah gunanya kita masyarakat Indonesia, memberikan dukungan
penuh agar timnas Indonesia tidak pernah merasakan jika mereka berjuang
sendiri. Tapi kenyataannya pada saat itu sangatlah menyakitkan.
2010...
Kejayaan
INDONESIA di AFF SUZUKI CUP tahun ini berkembang pesat ! Dari awal babak
kualifikasi, timnas Indonesia selalu menang dengan hasil yang luar biasa. Saya
sendiri berpendapat jika timnas Indonesia telah kembali bangkit dari
keterpurukannya selama ini. Dan timnas pun berhasil masuk sampai babak final.
Jika dibandingkan dengan ajang AFF dua tahun yang lalu, antusias penonton
sangatlah jauh berbeda. Tahun ini hampir seluruh rakyat Indonesia ingin menyaksikan
pertandingan Indonesia secara langsung di stadion. Akibatnya adalah
terjadi kenaikan harga tiket serta kesulitan untuk mendapatkan tiket tersebut.
Saya sendiri hanya menyaksikan babak semi final saat melawan Filipina serta
babak final saat melawan Malaysia. Yaa Tuhan, tiba-tiba saja saya mengutuk
keadaan ini ! Menang diagungkan saat kalah dihujat habis-habisan ! Ah, lebih
baik Indonesia bermain jelek saja supaya saya tidak kesulitan mendapatkan
tiket. Dua tahun yang lalu saya dengan mudah mendapatkan tiket sesaat sebelum
pertandingan. Akan tetapi tidak ditahun ini. Saya harus berjuang jauh-jauh hari
demi mendapatkan selambar tiket. Dan tetap saja sampai hari pertandingan tiket
itu belum berada dalam genggaman saya. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpastian
dalam penjualan tiket, sepertinya ada berbagai pihak yang memanfaatkan momen
ini untuk meraih kepentingannya sendiri. Dan pada akhirnya, saya berhasil
mendapatkan tiket dari seorang calo dengan harga yang cukup mahal Rp. 100.000
untuk tribun atas. Hahaha, dua tahun lalu dengan separuh harga saya bisa
menyaksikan dari tribun bawah, TRAGIS BUKAN ?! Dan yang paling membuat saya
kesal adalah saat babak final. Ketika itu timnas Indonesia kebobolan terlebih
dulu dari tim lawan, dan apa yang terjadi ? Sebagian dari penonton pergi
meninggalkan stadion sementara pertandingan masih berlangsung dan waktu masih
sangat panjang ! Hah, saya pun berdiri dan berteriak memaki-maki orang-orang
itu ! Tidak peduli banyak mata yang memandang ke arah saya, yang saya tau,
saya KECEWA bahkan SANGAT KECEWA dengan mereka ! Masih adakah ketelusan di
hati orang-orang itu untuk benar-benar mencintai sepak bola Indonesia ?
Hmm, terakhir saat kulifikasi piala dunia wilayah asia tanggal 28 Juli kemarin,
SUGBK memang penuh, harga tiket juga tidak terlalu mahal. Tapi saya tidak yakin
bahwa mereka datang benar-benar untuk mendukung timnas dengan sepenuh hati.
Untung saja timnas menang, coba kalau kalah ? Mungkin kejadian final AFF 2010
akan terulang, dimana saya memaki-maki mereka yang keluar meninggalkan stadion.
Saya
bukannya sok pintar dalam hal sepak bola, saya hanya berperan sebagai rakyat
kecil yang menikmati permainan sepak bola negeri ini. Saya hanya berharap,
kelak masyarakat dan timnas mampu bekerja sama demi memajukan kembali kejayaan
sepak bola Indonesia. Saling mendukung, maka mimpi itu akan menjadi kenyataan
dan bukan hanya menjadi angan-angan belaka.
" POLITIK BERKELAHI SALING CACI MAKI, BAGI KAMI FOOTBALL FOR UNITY !"


