February 7, 2012

Katanya Bola Kita Rusuh? Katanya Bola Kita Tak Bermutu? ITU FAKTANYA! FAKTA!


Sepertinya tidak ada yang istimewa dari si kulit bundar itu. Dia bahkan seperti tak memiliki harga diri, selalu saja ditendang kesana kemari, membuat dirinya tampak lusuh dan berantakan. Tapi hebatnya dia selalu membuat kami berbondong-bondong datang untuk melihatnya dari bangku tribun. Entahlah, dari ketidak istimewaannya itulah justru yang membuat dia tampak luar biasa di mata kami, bahkan dalam hati kami. Sepak bola... Olahraga permainan yang sangat hebat ! Dia memiliki cara tersendiri untuk meraih hati masyarakat luas dan akhirnya memaksa mereka untuk jatuh cinta terhadapnya. Saya sendiri pun menjadi salah satu oknum yang terlanjur melekatkan hidup saya pada sepak bola, yaa... Sepak bola Indonesia, sepak bola negeri ini.

Bagi kami yang sudah siap menamakan diri kami sebagai suporter, sepak bola bagaikan nyawa ke dua dalam hidup kami, dan tribun-tribun di stadion sudah sepreti rumah kami sendiri. Ada tawa bahagia, ada luapan kekecewaan, ada tangis kekalahan, ada amarah karna ketidakadilan, ada cinta yang begitu besar, kekompakan satu sama lain, sorak semangat yang menggema di dinding stadion, hanya karna sepak bola... SEPAK BOLA ! Saya selalu merindukan suasana stadion saat pertandingan berlangsung. Ah... Terlalu menguras emosi hanya dengan membayangkannya saja ! Saya pernah bersorak riang di stadion, saya pernah menangis kecewa di stadion, bahkan memaki seisi stadion pun pernah saya lakukan. Berlebihan kah ? Entahlah kawan, sekali lagi, saya sangat mencintai sepak bola. Saya memiliki pendapat, jika sepak bola adalah salah satu alat pemersatu bagi bangsa yang sedang dilanda kekisruhan diberbagai bidangnya. Saya pun berpendapat jika sepak bola juga mampu menyatukan berbagai suku bangsa yang dimiliki oleh bangsa ini. Tak paduli si hitam, tak peduli si sawo matang, sampai yang berkulit putih sekalipun, semuanya pasti bersatu dalam sebuah pertandingan sepak bola. Namun ternyata saya salah, sangat salah. Kenyataannya, faktanya, sepak bola justru seakan menjadi malaikat pencabut nyawa bagi kami, kami yang begitu mencintainya.

Bangsa ini sudah sangat berantakan ! Para petinggi-petinggi berdasi itu pun sepertinya sudah melanggar sumpah dan janjinya dengan Tuhan untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik . Sampah ! Karena yang ada mereka selalu saja mementingkan keinginannya sendiri. Melihat atasnya saja sudah berantakan, bagaimana dengan kami yang berada di bawah ?! Melihat ke segala arah yang terlihat hanyalah sebuah kekacuan. Bahkan sepak bola itu sendiri perlahan menjadi sosok yang menyeramkan bagi saya. Dan sepertinya darah serta nyawa manusia seakan bukan menjadi hal yang aneh lagi dalam dunia sepak bola. Pantaskah kami disebut sebagai manusia ? Apa bedanya kami dengan hewan yang terkadang bertindak brutal dan tak tau aturan ? Pantaskah kami disebut sebagai suporter ? Apa bedanya kami dengan kaum pemberontak di medan perang ?

Sepak bola Indonesia itu memang masih miskin prestasi ! Buka mata karena itu memang faktanya ! Sepak bola Indonesia itu memang masih jauh dari kata sempurna ! Sepak bola Indonesia itu banyak dibicarakan karena kisruh-kisruh yang memuakan dibandingkan menyorot apa yang sudah dicapai selama ini ! Perang saudara bahkan sekarang bisa terjadi dalam dunia sepak bola. Tuhan .. Masih bolehkah saya bermimpi untuk melihat mereka benar-benar terbang tinggi ? Sampai kapan kita berada dalam situasi yang demikian peliknya, seperti sesuatu yang tak pernah mengenal kata akhir.

Cukup sudah kerunyaman yang terjadi dalam tubuh sepak bola Indonesia. Bukan saat yang tepat bagi kita untuk melempar hujat dan saling caci maki antar suporter. Kita ada bukan untuk berperang kawan. Tapi kita ada untuk mendukung tim sepak bola masing-masing dengan sportif ! Bukankah darah kita merah ? Bukankah tulang kita putih ? Bukankah kita semua merah putih ? Saya mencintai sepak bola sama halnya dengan kalian. Jadi jangan saling menyakiti kawan. Jika saja si kulit bundar itu memiliki perasaan, mungkin dia akan menangis melihat para pecintanya justru tidak mencintai orang-orang di sekelilingnya. Sayangnya dia bisu, jadi mungkin dia hanya bisa menatap pilu akan keadaan yang sangat menyedihkan tersebut. Mana slogan "BAGI KAMI FOOTBALL FOR UNITY ?" Masih melekatkah itu dalam hati kalian kawan ? Buka mata hati kalian, sesungguhnya sepak bola kita tak akan pernah membaik jika kita sendiri yang menjadi salah satu faktor keberhasilannya, masih tidak memiliki kedewasaan dalam bertindak. Bola itu bundar, jangan sampai kita ciptakan ruang-ruang pemisah di dalamnya.