Sepertinya
tidak ada yang istimewa dari si kulit bundar itu. Dia bahkan seperti tak
memiliki harga diri, selalu saja ditendang kesana kemari, membuat dirinya
tampak lusuh dan berantakan. Tapi hebatnya dia selalu membuat kami
berbondong-bondong datang untuk melihatnya dari bangku tribun. Entahlah, dari
ketidak istimewaannya itulah justru yang membuat dia tampak luar biasa di mata
kami, bahkan dalam hati kami. Sepak bola... Olahraga permainan yang sangat
hebat ! Dia memiliki cara tersendiri untuk meraih hati masyarakat luas dan
akhirnya memaksa mereka untuk jatuh cinta terhadapnya. Saya sendiri pun menjadi
salah satu oknum yang terlanjur melekatkan hidup saya pada sepak bola, yaa...
Sepak bola Indonesia, sepak bola negeri ini.
Bagi
kami yang sudah siap menamakan diri kami sebagai suporter, sepak bola bagaikan
nyawa ke dua dalam hidup kami, dan tribun-tribun di stadion sudah sepreti rumah
kami sendiri. Ada tawa bahagia, ada luapan kekecewaan, ada tangis kekalahan,
ada amarah karna ketidakadilan, ada cinta yang begitu besar, kekompakan satu
sama lain, sorak semangat yang menggema di dinding stadion, hanya karna sepak
bola... SEPAK BOLA ! Saya selalu merindukan suasana stadion saat pertandingan
berlangsung. Ah... Terlalu menguras emosi hanya dengan membayangkannya saja !
Saya pernah bersorak riang di stadion, saya pernah menangis kecewa di stadion,
bahkan memaki seisi stadion pun pernah saya lakukan. Berlebihan kah ? Entahlah
kawan, sekali lagi, saya sangat mencintai sepak bola. Saya memiliki pendapat,
jika sepak bola adalah salah satu alat pemersatu bagi bangsa yang sedang
dilanda kekisruhan diberbagai bidangnya. Saya pun berpendapat jika sepak bola
juga mampu menyatukan berbagai suku bangsa yang dimiliki oleh bangsa ini. Tak
paduli si hitam, tak peduli si sawo matang, sampai yang berkulit putih
sekalipun, semuanya pasti bersatu dalam sebuah pertandingan sepak bola. Namun ternyata
saya salah, sangat salah. Kenyataannya, faktanya, sepak bola justru seakan
menjadi malaikat pencabut nyawa bagi kami, kami yang begitu mencintainya.
Bangsa
ini sudah sangat berantakan ! Para petinggi-petinggi berdasi itu pun sepertinya
sudah melanggar sumpah dan janjinya dengan Tuhan untuk membawa bangsa ini ke
arah yang lebih baik . Sampah ! Karena yang ada mereka selalu saja mementingkan
keinginannya sendiri. Melihat atasnya saja sudah berantakan, bagaimana dengan
kami yang berada di bawah ?! Melihat ke segala arah yang terlihat hanyalah
sebuah kekacuan. Bahkan sepak bola itu sendiri perlahan menjadi sosok yang
menyeramkan bagi saya. Dan sepertinya darah serta nyawa manusia seakan bukan
menjadi hal yang aneh lagi dalam dunia sepak bola. Pantaskah kami disebut
sebagai manusia ? Apa bedanya kami dengan hewan yang terkadang bertindak brutal
dan tak tau aturan ? Pantaskah kami disebut sebagai suporter ? Apa bedanya kami
dengan kaum pemberontak di medan perang ?
Sepak
bola Indonesia itu memang masih miskin prestasi ! Buka mata karena itu memang
faktanya ! Sepak bola Indonesia itu memang masih jauh dari kata sempurna !
Sepak bola Indonesia itu banyak dibicarakan karena kisruh-kisruh yang memuakan
dibandingkan menyorot apa yang sudah dicapai selama ini ! Perang saudara bahkan
sekarang bisa terjadi dalam dunia sepak bola. Tuhan .. Masih bolehkah saya
bermimpi untuk melihat mereka benar-benar terbang tinggi ? Sampai kapan kita
berada dalam situasi yang demikian peliknya, seperti sesuatu yang tak pernah mengenal
kata akhir.
Cukup
sudah kerunyaman yang terjadi dalam tubuh sepak bola Indonesia. Bukan saat yang
tepat bagi kita untuk melempar hujat dan saling caci maki antar suporter. Kita
ada bukan untuk berperang kawan. Tapi kita ada untuk mendukung tim sepak bola
masing-masing dengan sportif ! Bukankah darah kita merah ? Bukankah tulang kita
putih ? Bukankah kita semua merah putih ? Saya mencintai sepak bola sama halnya
dengan kalian. Jadi jangan saling menyakiti kawan. Jika saja si kulit bundar
itu memiliki perasaan, mungkin dia akan menangis melihat para pecintanya justru
tidak mencintai orang-orang di sekelilingnya. Sayangnya dia bisu, jadi mungkin
dia hanya bisa menatap pilu akan keadaan yang sangat menyedihkan tersebut. Mana
slogan "BAGI KAMI FOOTBALL FOR UNITY ?" Masih melekatkah itu dalam
hati kalian kawan ? Buka mata hati kalian, sesungguhnya sepak bola kita tak
akan pernah membaik jika kita sendiri yang menjadi salah satu faktor
keberhasilannya, masih tidak memiliki kedewasaan dalam bertindak. Bola itu
bundar, jangan sampai kita ciptakan ruang-ruang pemisah di dalamnya.