Kemarin, Minggu 7 Agustus 2016 akhirnya rencana yang sudah disusun jauh-jauh hari terlaksana juga. Piknik ke Kebun Raya Bogor, yeay! Sempat kecewa juga sih sama Sekar karena dia ga bisa ikut piknik, padahal dia sendiri yang nentuin jadwalnya, tapi justru dia yang ngabarin ga bisa ikut menjelang hari H. Walau pun kurang satu orang gilanya, kita tetap berangkat untuk piknik, sebelum salah satu dari kita yaitu Ajeng, dipingit menjelang hari pernikahannya nanti hehe (uang pelangkah mana nih?)
Gue, Okta, Miftha, dan Ajeng berencana bertemu di Stasiun Bogor jam 13:00 WIB. Gue, Okta, sama Miftha kebetulan berada di rangkaian KRL yang sama, dan kita pun menunggu kehadiran Ajeng. Cukup lama kita menunggu Ajeng, pikiran mulai ga karuan. Khawatir jika Ajeng mungkin saja salah naik KRL, bukannya ke Bogor tapi justru ke Nambo huh! Tapi bukan itu yang sebenarnya terjadi, "Sabar ya, ada tragedi sop bocor." Begitulah kira-kira pesan dari Ajeng yang masuk ke grup whatsapp Bidadari Jamban. Tapu justru hal ini membuat kita bertiga tertawa meledek. Ga ada yang lebih bahayakah tragedinya, dari sekedar bocornya plastik sayur sop? Hehe.
Here we go! Setelah keluar dari stasiun kita berempat pun langsung naik angkutan umum yang semuanya berwarna hijau. Dengan modal doa dan permen sebungkus, berharap bisa menembus padatnya jalanan Kota Bogor siang hari itu tanpa harus merasakan ga enaknya mabuk darat, mabuk cinta, mabuk rindu, dan mabuk-mabukan lainnya. Bersyukur kita tidak perlu lama-lama berada dalam angkutan umum yang penuh sesak itu, setelah sekitar 15 menit menempuh perjalanan dan membayar ongkos Rp 3.500,00 per manusia, kita pun tiba di depan pintu masuk Kebun Raya Bogor.
Harga tiket masuk Kebun Raya Bogor Rp 15.000,00 per kepala. Setelah membeli 4 lembar tiket dan juga membeli sebuah tikar seharga Rp 10.000,00 kita berempat pun langsung bergegas untuk masuk ke dalam kawasan Kebun Raya Bogor mengingat hari sudah menjelang sore. Dan setelah berkeliling sebentar, kita langsung mencari tempat untuk menggelar tikar agar bisa membuka perbekalan dan istirahat makan siang yang kesorean. Kita pun menemukan tempat yang dirasa enak untuk melepas penat dan bersenda gurau disana. Hanya ada sepasang kekasih yang juga menggelar tikar disana. Mungkin mereka berdua bergumam saat melihat kedatangan kita yang tanpa mengucap salam dengan kata-kata seperti ini, "Cabe-cabean darimana sih ini gangguin aja." Tapi namanya tempat umum dan sama-sama mengeluarkan uang untuk membayar tiket, jadi kita ga ngerasa ngeganggu tuh hehe.
Sesaat setelah menggelar tikar, kita pun membuka perbekalan yang dimasak sama Ajeng. Memang perempuan ini sudah siap menjadi istri yang baik, masakannya cukup enak, atau memang kita yang rakus? Ga tau juga sih ya, tapi bisa berbagi makanan di alam bebas dengan teman-teman yang ga ada otaknya itu sangat menyenangkan. Setelah cukup kenyang (Okta aja sih kayaknya yang kenyang, dia ngambil jatah sopnya Ajeng men hmm) kita pun langsung mengabadikan tiap-tiap momen dalam rekam gambar atau video. Ya wajarlah yaa namanya juga perempuan, ga bisa liat kamera gadget nganggur dikit. Tapi sebelum itu, ada ibadah wajib yang kita lakuin sebelum foto-foto atau merekam video. Ya betul! Pake gincu!
Setelah kurang lebih 2 jam berada disana dan bersenda gurau bersama (Alhamdulillah ga ngegibahin orang, ga tau lupa apa gimana) kita pun bergegas untuk pulang. Ke Jakarta aku kan kembaliii ii ii. Ga deh, gue ke Depok dan Miftha ke Bojong Gede. Yang ke Jakarta mah Ajeng sama Okta doang, itu juga Jakarta pinggiran. Saat itu Bogor sudah diguyur hujan yang cukup deras, ya namanya juga Kota Hujan, kalau kita ngeliat patung Suro sama Boyo, ya berarti lagi ada di Kota Pahlawan, Surabaya. Beruntung saat hujan deras, kita berempat sudah berada di rangkaian KRL dan duduk manis di tempat masing-masing (Ga deh, Miftha duduknya ngangkang).
Ah, terima kasih gaes untuk piknik singkatnya. Menghabiskan waktu bersama teman-teman yang aneh ga harus selalu masuk mall dan menghabiskan uang banyak. Karena masih banyak hal-hal sederhana yang bisa menghadirkan kebahagiaan-kebahagiaan dalam kehidupan kita semua. Sampai bertemu di hari bahagianya Ajeng. Eh, bukannya kita mau nonton Mas Dutanya acuuu juga ya di Rolling Stone Cafe? Jadiin ya hehe. Sekali lagi, terima kasih untuk kebahagiaan yang rela kalian beri dalam hidup gue di hari kemarin. Semoga masih banyak waktu untuk kita bisa saling berbagi suka serta duka. See you, and don't miss me too much karena merindukan itu engga enak haha. Bye!