December 19, 2012

#Jakmania15me


Hari ini, 19 Desember 2012. Seperti biasanya sang fajar terbit dari ufuk timur, namun lebih indah dari biasanya, lebih cerah dari biasanya. Aku pun terbangun, kemudian tersenyum. Lalu kemudian kembali memejamkan mata, "Selamat Ulang Tahun Kita", ucapku dalam hati. Kita... Keluarga besar the jakmania. Keluarga besar yang sudah membulatkan tekad untuk mendukung Persija Jakarta. Keluarga besar yang sudah berjanji bahwa demi Persija apa pun ku lakukan. The Jakmania... Bahkan orang awam yang tidak menyukai sepak bola pun tahu siapa itu The Jakmania. Salah satu komunitas supporter yang fanatik di Indonesia.

Persija... Karna Persija The Jakmania lahir. Karna Persija aku memiliki keluarga kedua dalam hidupku. Karna Persija aku memiliki sahabat-sahabat yang menyenangkan. Karna Persija kami semua dapat menyatukan semangat, dalam suka bahkan duka dari bangku tribun yang perlahan mulai rapuh. Dan siapa yang tidak bangga menjadi salah satu bagian dari Persija ? Dari keluarga besar The Jakmania ? Karna dari sini kita banyak belajar tentang arti kehidupan. Bagaimana melepas ego dalam sebuah organisasi, bagaimana pentingnya menjaga kehormatan sesuatu yang dicintainya. Bagaimana mempertahankan sebuah persahabatan yang sudah terjalin di dalamnya. Dan masih banyak hal positif yang bisa didapatkan dari sini, dari keluarga besar The Jakmania.

15 tahun usia kita saat ini. Tahap awal untuk menjadi dewasa. Tahap awal untuk menjadi manusia yang berguna. Tahap awal untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi sekitar. Semoga kita tetap satu tanpa terkotak-kotakan lagi. Semoga kita tetap bisa menjaga nama baik tim kebanggaan Persija Jakarta. Semoga kita tetap setia berdiri 2 kali 45 menit dalam terik panas matahari mau pun hujan demi mendukung Persija. Dan semoga kita, selamanya tetap Persija. Saya bangga jadi bagian dari Persija Jakarta, dari The Jakmania. Karna #Jakmania15me ! Selamat ulang tahun !

December 2, 2012

Ayah, Aku Menyayangimu, Sungguh!


Malam ini hujan turun. Gemercik airnya terdengar sangat menenangkan. Di hadapan padmasana, aku dan ayah duduk bersila, mengucapkan bait demi bait doa di rumah Tuhan. Suara hujan, wangi asap dupa dan bunga, seperti menjadi saksi bisu dari suasana hangat antara aku dengan ayah. Selesai sembahyang, suasana begitu sunyi. Damai. Sampai akhirnya ayah membelai lembut rambutku yang sebahu. Aku canggung setiap kali ayah melakukan itu. Mungkin karna saat ini aku bukan lagi seorang gadis kecil yang masih ingin bermanja-manja dengan ayahnya.

Ayah... Bagiku dia sangat istimewa, luar biasa dan sangat hebat ! Dia adalah pria terbaik yang aku miliki dalam hidupku. Aku ingin menjadi seperti ayah. Ayah benar-benar panutan terbaik bagiku. Aku bersyukur Tuhan berbaik hati mengizinkan aku menjadi anak perempuan dari seorang pria hebat seperti ayahku. Walau aku terlihat acuh pada ayah, tapi aku sangat menyayangi ayah. Entah dengan apa aku tunjukkan rasa sayang ini pada ayah, selain lewat bait doa yang aku latunkan pada Tuhan untuk menjaga ayah.

Ayah... Terima kasih untuk keringat yang telah engkau keluarkan untuk merawatku dari kecil. Ayah... Terima kasih untuk keikhlasanmu demi menjadikan aku manusia yang berguna bagi banyak orang.

Ayah... Terima kasih untuk kesabaranmu menghadapi anakmu yang keras kepala ini. Ayah... Terima kasih untuk segenap tenaga yang engkau kerahkan untuk memberikan kebutuhan hidup untuk aku.

Ayah... Terima kasih karna telah menjadikan aku dewasa. Ayah... Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang tak pernah ada habisnya engkau berikan untuk aku.

Kelak, akan ku balas wajah letihmu dengan senyuman, akan ku balas semua jasamu walau tak akan pernah lunas. Ayah, aku menyayangimu, sungguh.

November 30, 2012

Karena Aku Indonesia! Hanya Itu!



Aku bukan orang yang sok nasionalis, bukan juga orang yang serba tahu tentang sepak bola Indonesia, aku pun bukan orang yang selalu ada dimana pun saat Timnas Indonesia bertanding. Aku hanya sebagian kecil dari jutaan rakyat Indonesia, yang mencintai Timnas Indonesia, yang menginginkan Timnas Indonesia berjaya kembali dengan para punggawa terbaiknya, dengan mereka yang berjuang dengan mengenakan lambang negaraku di dadanya. Hanya itu, apa aku salah ?

Saat PSSI merubah Timnas Indonesia menjadi sosok yang asing bagi sebagian besar kalangan. Saat Timnas Indonesia tidak lagi menjadi alat pemersatu bangsa di era PSSI yang sekarang. Saat mereka saling menghujat, merasa paling benar sebagai seorang supporter, merasa paling tahu tentang perjalanan sepak bola Indonesia, merasa paling dan paling dalam segalanya, segalanya yang berhubungan dengan Timnas Indonesia. Sementara aku di sini masih terus menyanyikan lagu Indonesia Raya itu, sementara aku di sini masih menghargai lambang negaraku yang ada disudut kiri dada mereka, sementara aku di sini masih yakin jika Indonesia tetaplah merah putih, darahku, tulangku, dan akan selamanya seperti itu sampai aku mati.

Apalah artinya ocehan rakyat kecil seperti aku ? Hilang terbawa angin, entah terbawa kemana, mungkin tempat sampah ! Bagiku, semua orang justru terlihat bodoh saat mereka menyombongkan dirinya, Bagiku, semua orang justru terlihat tolol saat menjelekkan orang lain. Cuiiihhh... Ingin rasanya aku marah ! Tapi kembali lagi aku mengingat posisiku yang hanya berperan sebagai figuran, aktris sampah yang tidak pernah berguna. Tak bisakah mereka berhenti saling menjatuhkan satu sama lain ? Tak bisakah mereka berhenti saling menyombongkan dirinya sebagai seorang supporter sepak bola, pendukung Timnas Indonesia ? Entahlah... Aku terlanjur menilai, jika sepak bola itu adalah salah satu sarana yang tepat, sebagai alat pemersatu bangsa di tengah kerunyaman yang terjadi saat ini.

Indonesia... Aku mencintai kamu. Karna kamu bangsaku, karna kamu negriku, jiwa ragaku dan tempat aku terlahir lalu kembali mati. Terus lah berjuang, terbang tinggi, tak peduli apa pun yang berusaha mematahkan sayapmu.  Aku mungkin bukan siapa-siapa, tapi aku mencintai kamu dengan caraku sendiri. Ini adalah tahun ke tiga aku mendukung kamu dalam ajang AFF, dan ini saatnya kamu membawa piala itu pulang, membawa kemenangan bagi kami rakyat Indonesia. Demi lambang negara yang kamu pakai saat berjuang. Demi ibu pertiwi. Demi Indonesia. Berjuanglah Indonesia, sampai titik darah penghabisan.



( foto bersama Alm. Tito di sektor 11 SUGBK AFF Cup 2008 )

November 28, 2012

84nyak Cerita Tentang PERSIJA ♥



Persija Jakarta ( 28 November 1928 – 28 November 2012 ) #84thnPersija

Hari ini, genap sudah 84 tahun kamu berdiri di tengah-tengah dunia sepak bola Indonesia. Dengan berbagai cerita di sepanjang perjalananmu, dalam tawa, tangisan, amarah, dan berbagai macam perasaan lainnya yang menguras emosi. 84 tahun... Bukankah itu usia yang tidak muda lagi ? Tidak produktif, demikian katanya. Entahlah, memang sudah 11 tahun lalu lamanya kamu benar-benar menjadi macan yang tidak produktif. Kamu benar-benar menjadi macan yang seperti tidak memiliki taring. Masih adakah keinginan dari hati kecil kamu untuk kembali menjadi seorang JUARA ? Masih adakah kemauan kamu berusaha lebih keras lagi untuk menjadi satu-satunya pemenang di negri ini ? Seperti kami, yang terus dan terus berharap jika kamu akan kembali menjadi seorang JUARA. Bukan hanya juara di hati kami, tapi juga sebagai juara di tahta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.

Persija Jakarta... Tak ada batas waktu bagi kami untuk terus memberikan dukungan terbaik yang kami punya. Tak ada alasan bagi kami untuk berhenti mencintai kamu. Tak ada satu pun yang bisa menghentikan langkah kami untuk selalu ada di pinggir lapangan demi menyerukan teriakan semangat buat kamu, terkecuali Tuhan. Karna kami terlanjur meletakkan kamu di salah satu sudut hati kecil kami yang terdalam. Karna kami terlanjur menjadikan kamu sebagai salah satu komponen penting dalam hidup kami. Kita mungkin seperti kepingan puzzle. Hilang satu saja, maka tak akan pernah sempurna puzzle itu terlihat bukan ? Kamu Persija dan kami Jakmania, bisakah kita terus menerus menjadi susunan puzzle yang akan tetap utuh ? Tentu saja, karna kamu butuh kami, dan kami pun ada karna kamu.

Berbagai macam cara kami lakukan untuk mendukung kamu. Untuk menunjukan betapa besarnya rasa cinta kami terhadap kamu Persija. Sampai kamu tidak akan pernah merasa sendirian, sampai kamu menyadari, betapa rindunya kami melihat kamu kembali menjadi seorang juara. Yaa... Lagi-lagi tentang juara, juara dan juara ! Dapatkah kamu kembali menjadi juara diusiamu yang sekarang ? Kami harap demikian. Walau mungkin bukan perkara mudah, setidaknya, tunjukanlah jika kamu benar-benar ingin kembali menjadi pemenang. Bermainlah dengan semangat, dengan hati. Seperti yang kami lakukan saat mendukung kamu dari pinggir lapangan, dari bangku tribun yang sudah mulai rapuh. Kewajiban kamu hanyalah bertanding untuk menjadi seorang juara. Dan kewajiban kami adalah terus mendukung kamu sampai menjadi juara. Timbal balik yang menyenangkan bukan ?

84 tahun Persija Jakarta... Banyak cerita tentang Persija, tentang kami Jakmania. Mungkin butuh banyak waktu jika kami harus menceritakan satu demi satu kenangan yang terjadi karna kamu, Persija. Yang pasti semuanya begitu indah, dan sangat menguras emosi jika harus menceritakannya. Orang lain yang tidak mengerti bagaimana kami mencintai kamu mugkin akan bilang bahwa kami sudah gila, berlebihan atau bahkan over fanatik. Yaa... Jika saja mereka mau mengenal Persija, mau mencintai Persija, mungkin mereka akan tau seberapa besar arti kamu buat kami. Karna sejatinya, kebanggaan tersendiri bagi kami karna telah menjadi bagian dalam Persija Jakarta.

Diulang tahunmu yang ke 84 tahun ini, harapan kami masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja harapan yang terbaik buat kamu Persija ! Semoga kamu tetap menjadi Persija yang dicintai banyak orang, walaupun tak sedikit yang mencemooh kamu, tetaplah menjadi Macan Kemayoran yang tangguh Persija ! Semoga kamu tetap menjadi Persija yang disegani oleh semua lawanmu ! Semoga kamu tetap menjadi Persija yang ditakuti saat bermain kandang atau pun tandang ! Semoga tak ada lagi masalah intern atau pun ekstern berarti yang menghambat langkah kamu dalam menjalani kompetisi sepak bola di Indonesia ! Dan yang pasti, semoga di musim yang akan datang dan seterusnya, kamulah yang menjadi seorang JUARA !

PERSIJA PERSIJA KAMI RINDU ! PERSIJA PERSIJA KAMI CINTA ! JADILAH JUARA SESUNGGUHNYA ! KAMU SUDAH MEREBUT HATI KAMI DENGAN BAIK ! DAN INI SAATNYA KAMU MEREBUT TAHTA JUARA DAN MEMBAWA PULANG KE RUMAH, KE IBU KOTA JAKARTA ! PERSIJA PERSIJA SELAMANYA KAMI AKAN TETAP BERJIBAKU DEMI MENDUKUNG KAMU ! MENJADI SUPPORTER YANG FANATIK TAK PEDULI APA PUN YANG MENGHADANG ! MENJADI PEMAIN KE DUA BELAS KAMU YANG SENANTIASA MEMBERIKAN DUKUNGAN DALAM BENTUK APA PUN ! MENJADI BARISAN TERDEPAN UNTUK MEMBELA KAMU SAAT ADA PIHAK-PIHAK YANG BERUSAHA MENJATUHKAN KAMU ! KAMI INGIN KAMU JUARA PERSIJA ! KAMI SUDAH SANGAT MERINDUKAN SUASANA KEMENANGAN DI RUMAH KAMI SENDIRI ! KAMI PERCAYA KAMU BISA ! KAMU BISA JUARA PERSIJA !!! KAMI RINDU MELIHAT MACAN KEMAYORAN MENJADI PEMENANG ! KAMI RINDU ITU PERSIJA !

Selamat ulang tahun Persija ! Tahun ini sudah saatnya kamu kembali berjaya, kembali bersinar, dan kembali menjadi seorang juara !

Walau panas matahari, walau hujan turun  lagi, The Jak selalu di sini, walau harus sampai mati !!!

Yang gue cinta cuma Persija. Yang gue dukung cuma Persija. Yang gue nanti cuma Persija. PERSIJA PERSIJA PERSIJA !!!

Ayo Persija Macan kemayoran, pantang menyerah jadilah JUARA ! Ini saatnya menembus tradisi juara lagi yang ke dua kali !!!

- DEMI PERSIJA APA PUN KU LAKUKAN... PERSIJA SELAMANYA… PERSIJA SAMPAI MATI... KARNA PERSIJA HARGA DIRI !!! -