April 5, 2011

Belajar dari Sepak Bola


Ada yang bilang jika pengalaman adalah guru yang terbaik. Karna lewat pengalaman kita semakin mengerti bagaimana caranya mengambil sikap atau mengambil sebuah keputusan dalam suatu masalah. Hmm, apa di antara kalian ada yang sependapat dengan saya, jika kita bisa belajar dari sepakbola ? Saya pribadi banyak belajar dari permainan ini.

SEPAKBOLA MENGAJARKAN SAYA UNTUK PERCAYA DENGAN ORANG LAIN !
SEPAKBOLA MENGAJARKAN SAYA UNTUK BEKERJASAMA DENGAN BAIK DALAM SUATU KELOMPOK !

SEPAKBOLA MENGAJARKAN SAYA UNTUK MEMILIKI LOYALITAS TERHADAP APA YANG KITA MLIKI DAN KITA BELA !

TAPI YANG TERPENTING, SEPAKBOLA MENGAJARKAN SAYA UNTUK SELALU MENCINTAI TANAH AIR KITA, YAITU NKRI.

Saya menikmati permainannya dan saya pun belajar dari sana.Semua perasaan mampu berbaur menjadi satu saat saya menyaksikan permainan ini. Sepakbola, kamulah guru terbaikku.

Dari Hati untuk Persija


Nama saya Ni Putu Shintia Saraswati Dewi. Biasa dipanggil Shinta, Shintia, atau Putu. Saya lahir di Kota Bogor pada 26 September 1991. Saya anak pertama dari 3 bersaudara, adik-adik saya laki-laki semuanya. Saya anak perempuan dari seorang polisi dan ibu rumah tangga. Saya mencintai keluarga saya, sama halnya dengan saya mencintai sepakbola Indonesia, khususnya PERSIJA JAKARTA ! Meskipun saya bukan orang Jakarta.

Tim ibukota ini berhasil menghipnotis saya sejak saya masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Tapi sebetulnya saya sudah mencintai sepakbola sejak awal reformasi di Indonesia, yaitu pada tahun 1998 saat masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar.  Memiliki jersey berwarna oren dan mempunyai julukan MACAN KEMAYORAN, saya rasa warga Jakarta bangga memiliki tim sepakbola seperti PERSIJA.

Jangan ditanyakan apa alasan saya untuk memilih menjadi salah satu suporter fanatik bagi tim Persija. Tak ada alasan tertentu bagi saya untuk selalu mencintai dan mendukung Persija. Yang saya tau, saya terharu saat mereka memenangkan pertandingan. Yang saya tau, saya kecewa saat mereka dicurangi. Yang saya tau, saya tak pernah malu saat mereka kalah dalam pertandingan. Yang saya tau, saya mencintai Persija sepenuh hati. Tanpa paksaan dari siapapun.

Loyalitas dan fanatisme memang sudah sewajarnya sebagai suporter. Namun tidak ada salahnya jika kita mendukung PERSIJA JAKARTA dengan pintar dan juga dewasa. Karena secara langsung, sikap kita dalam mendukung Persija memberikan dampak bagi tim Persija sendiri. Sudah saatnya menjadi the jakmania yang memiliki akhlak tersendiri dalam mendukung Persija.

SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI !
LOYALITAS TANPA BATAS !
BEST REGRADS FOR OUR PERSIJA !
PERSIJA SAMPAI AKHIR HAYAT !

Story from AFF 2010


"Ku pertahankan kau demi kehormatan bangsa. Ku pertahankan kau demi tumpah darah, semua pahlawan-pahlawanku. Merah putih teruslah kau berkibar, di ujung tiang tertinggi, di Indonesiaku ini !"

Sejak dahulu hingga saat ini,saya bangga menjadi warga negara INDONESIA ! Negara yang ramah dan bersahaja, serta memiliki banyak keunikan dari sabang hingga merauke. Namun ada satu yang tak pernah tergantikan. Selalu teringat dalam benak, selalu tersirat dalam angan, selalu terasa disetiap hela nafas, dari kami untuk SANG GARUDA !

Entah harus menangis, atau malah mengusap dada ? Kalian yang dulu memandang MEREKA dengan sebelah mata, kini balik mengelukan MEREKA. Kalian yang dulu mencaci MEREKA, kini balik membanggakan MEREKA. Kemana kalian saat MEREKA terpuruk ? Kemana kalian saat MEREKA miskin prestasi ? Dan kemana kalian saat KAMI menyayikan LAGU INDONESIA RAYA dengan harapan besar demi kejayaan SANG GARUDA dan kejayaan INDONESIA ? Yang terdengar hanyalah cacian, yang terdengar hanyalah cemohan. Tanpa kalian sadari cacian itu kini menjadi boomerang bagi kalian.

Lihatlah kini GARUDA ku ! Mereka terbang tinggi, bahkan sangat tinggi ! Mereka menjawab semua harapan kami, impian kami, dan membungkam mulut kalian yang penuh dengan omong kosong. Hmmmm... Saya menyesali adanya supporter "musiman", yang hadir hanya pada saat timnas bermain cemerlang. Seharusnya KITA WAJIB untuk selalu menjadi pemain kedua belas. Saat mereka terpuruk kita ada untuk terus memberikan dukungan. Dan saat mereka bangkit kita ada untuk memberi tau mereka agar tidak cepat puas dengan hasil yang sekarang ini.

"GARUDA DI DADAKU !!! GARUDA KEBANGGAANKU !"

Sejak kemarin, saat ini, dan SELAMANYA, GARUDA AKAN TETAP ADA DI DADA KAMI ! Saya harap kalian tetap ada bersama SANG GARUDA. Jangan pernah mengenal kata lelah demi kejayaan SANG GARUDA. Inilah saatnya kita bersatu membangkitkan kejayaan SEPAK BOLA INDONESIA. Teriakan pada dunia, INI KANDANG KITA ! Agar seluruh pelosok dunia tau, KITA BANGGA MEMILIKI GARUDA !
----------

Surat untuk para pemimpin bangsa yang BERMARTABAT !
Sebelumnya saya mohon maaf jika terdapat pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan tulisan ini. Dan saya tekankan bahwa saya menulis dengan SADAR dan TANPA PAKSAAN. Mungkin ini adalah luapan emosi di negara yang demokrasi ini. 

26 Desember...
Entah mengapa angka 26 menjadi momok yang menyeramkan bagi Bangsa Indonesia. Saya tidak begitu percaya dengan hal-hal seperti itu, namun kenyataannya memang demikian. Setiap tanggal 26 terjadi peristiwa yang membuat Bangsa Indonesia menangis. Bukan bencana yang ingin saya uraikan, melainkan KIAMAT MORAL yang terjadi pada negeri ini. Mungkin anda bosan dengan bahasan ini, tapi memang saya ingin membuat MATA MEREKA TERBUKA !

26 Desember 2010...
Kami hanyalah rakyat kecil, yang ingin mencari hiburan di negeri sendiri. Dan saat ini, dengan mendukung Garuda di AFF Cup adalah salah satu pilihan hiburan yang tepat. Kami datang dengan semangat merah putih. Tak peduli apa pun yang menghadang, bagi kami yang terpenting kami dapat secara langsung memberikan dukungan moral bagi punggawa merah putih. Dan memang benar kami hanya mampu membeli tiket pada kategori 3, tapi bagi kami berada di posisi mana pun, semangat kami tak akan pernah pudar. Saudara kami rela menginap demi mendapatkan selembar tiket, sebagian ada yang rela datang sebelum matahari terbit demi mewujudkan impiannya utuk mendukung garuda secara langsung. Namun apa yang terjadi, kami diperlakukan SEPERTI BINATANG ! Kami dikecewakan oleh pihak-pihak yang memiliki kuasa di sana ! Dan haruskah demi mendapatkan selembar tiket, nyawa kami menjadi taruhannya ?

Yang Terhormat Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono...
Maukah bapak bergabung bersama kami untuk mengantri demi selembar tiket ? Maukah bapak bergabung bersama kami di tribun untuk meneriakan yel-yel penyemangat ? Maukah bapak bergabung bersama kami mempertaruhkan nyawa demi sepak bola ? Memang terdengar konyol, tapi ini nyata. KAMI BUKAN SUPORTER DADAKAN yang hadir pada saat mereka menang saja ! KAMI BUKAN SUPORTER BAYARAN yang hadir jika kami dibayar oleh negara ! KAMI BUKAN SUPORTER HARI KEMARIN yang banyak komentar tanpa tau apa yang dikatakannya ! Dan yang pasti kami rakyat bapak, kami manusia, tolong perhatikan kami pak presiden. Jika bukan bapak, kepada siapa lagi kami mengadukan semua ini ? Terkadang kami ingin seperti bapak, datang ke stadion dengan pengawalan, menyaksikan pertandingan di bangku vvip tanpa merasakan keletihan saat mengantri tiket. Kami berharap bapak mau membantu kami untuk memajukan sepak bola nasional, dan membuat Garuda kami semua terbang tinggi hingga seluruh dunia bisa melihatnya.

Yang  TERHORMAT Bapak Ketua PSSI...
Hey TUAN, apa karena harga tiket diturunkan kembali anda menyiksa kami terlebih dahulu ?! Hey TUAN, apa karena kami rakyat kecil anda bisa memperlakukan kami sesuka hati ?! Hey TUAN, apa anda pantas disebut sebagai MANUSIA ?! Hey TUAN, apa anda memimpin semata-mata hanya karna UANG ?! Atau mungkin anda sudah tidak memili rasa prikemanusiaan lagi ?! Tolong... Bantu kami dalam memajukan sepak bola di tanah air !

Yang Kami CINTAI Saudara Serumpun Kami, Warga Malaysia...
Terima kasih, karna kalian mengajari kami untuk lebih MENJUNJUNG SPORTIFITAS DALAM SEBUAH PERTANDINGAN. Terima kasih, karna kalian mengajari kami tentang pentingnya MENJAGA SIKAP FAIR PLAY. Terima kasih, karna kalian mengajari kami BAGAIMANA CARANYA MENJADI SUPORTER YANG BAIK. Dan terima kasih, karna kalian juga yang mengajari kami BAHWA KAMI MEMILIKI KEBUDAYAAN YANG MELIMPAH DAN SUDAH SEPATUTNYA KAMI JAGA DAN KAMI LESTARIKAN AGAR TIDAK ADA PIHAK YANG SEENAKNYA MENGAKUI KEBUDAYAAN KAMI.

Saya harap CUKUP SAMPAI SAAT INI BANGSA KITA MENGALAMI KRISIS MORAL. Saatnya menjadi Bangsa yang memiliki budi pekerti demi terciptanya kesejahtraan rakyat. Dan untuk itu, kami memerlukan kalian, para pemimpin bangsa yang kelak akan menjadikan negara ini berubah ke arah yang lebih baik. Bukan malah menjadikan negeri ini menjadi semakin terpuruk.