October 31, 2016

DEJAVU!

Setelah meraih kemenangan saat melawan PS TNI di Stadion Pakansari, Persija kembali sulit meraih poin demi poinnya secara tiga kali berturut-turut saat melawan Arema Cronus, Sriwijaya FC, dan juga Pusamania Borneo FC. Hal ini seperti mengingatkan kembali atas apa yang terjadi pada putaran pertama Torabika Soccer Championship dimana setelah menang atas PS TNI di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija sulit meraih poin sempurna pada laga-laga berikutnya.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan performa Persija jauh dari kata stabil bahkan baik. Yang paling terasa mungkin setelah Persija kehilangan beberapa pemain pilarnya untuk mengikuti TC Timnas baru-baru ini. Persija tampak goyah dan tidak seimbang. Permainannya di lapangan terlihat seolah-olah tanpa strategi apalagi teknik yang baik. Bahkan dukungan para pecintanya yang selalu ada dimanapun mereka bertanding, tidak bisa memotivasi Persija untuk bermain dengan cukup baik.

Setelah kalah 0-2 dari tim tamu Pusamania Borneo FC semalam di Stadion Gelora Manahan Solo, masalah baru datang menghampiri Persija. Hampir semua pemain belakang Persija terkena akumulasi kartu dan ini tentu menjadi masalah yang tidak bisa dianggap remeh untuk nantinya menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Persib Bandung. Semoga saja dalam waktu yang tidak sampai seminggu ini, Persija mampu menangani masalah ini dan secepatnya memperbaiki performanya di lapangan.

Kemenangan dalam sepak bola hanyalah bonus. Bagaimana ia menyuguhkan permainan terbaiknya selama pertandingan, itulah yang paling penting. Dear Persija, berjuanglah pada setiap pertadingan, karena lambang monas yang berdiri tegak dan tersemat pada dada kalian, sudah seharusnya menjadi sebuah kebanggaan bagi siapapun yang mengenakannya.

Persija Selamanya!

October 30, 2016

Jika Bukan Kamu, Mungkin Semua Akan Berbeda

Jika bukan karena Persija, mungkin gue ga akan pernah tau gimana rasanya menyebrangi Selat Sunda. Jika bukan karena Persija, mungkin gue ga akan pernah tau gimana rasanya menginjak tanah Sumatera. Jika bukan karena Persija, mungkin gue belum bisa ketemu sama salah satu sahabat terbaik gue yang udah bertahun-tahun terpisah jarak. Dan jika bukan karena Persija, mungkin gue juga ga akan lagi bisa ngerasain yang namanya "uring-uringan" karena kangen sama seseorang. Terima kasih, Persija. Jangan keseringan ngalahan ya, kamu nyebelin kalau lagi begitu, tapi aku tetap cinta, selamanya!