January 31, 2016

Dear, God!

Selamat malam. Aku bosan memandang segala hal kelam. Aku lelah terus memajang wajah yang muram. Yang masih bernafas namun seperti mati. Yang terlihat hidup tapi seolah tak memiliki nyawa. Aku bosan! Sungguh, aku sangat bosan! Aku ingin cerita itu terulang kembali dan jangan lagi pergi. Cerita dimana aku selalu merasa bahagia saat dia (masih) ada disini bersamaku. Bersama kita semua yang mencintainya.

Sepakbola negri ini yang tak lagi aku tahu bagaimana nasibnya. Apakah dia baik-baik saja? Atau bahkan dipaksa untuk bunuh diri dan mati begitu saja? Sungguh aku tak tahu bahkan hanya untuk sedikit kabar tentangnya. Sudah cukup lama, bahkan terlalu lama aku jauh darinya. Jauh dari apa yang aku jadikan nafas, dari apa yang aku sebut cinta, dan dari apa yang aku jadikan alasan untuk tetap hidup. Dari sepakbola, dari segala hal tentangnya. Aku rindu semuanya. Semua yang berhubungan dengan si kulit bundar yang begitu menyenangkan.

Ingin sekali aku menulis panjang lebar seperti biasa. Mengutarakan segala lisan yang tak bisa aku ungkapkan. Mengumpat segala rasa yang sudah cukup sesak bergumpal dalam hati. Tuhan, aku rindu kompetisi sepakbola negri ini. Kenapa lama sekali dia kembali, Tuhan? Aku rindu. Sangat rindu. Aku rindu sepakbola yang berkompetisi penuh dalam sebuah liga. Bukannya disuguhkan pertandingan antar kampung yang mereka palsukan namanya menjadi "turnamen"! Tuhan, aku bosan, bosan, dan bosan! Aku tak bermaksud mengumpat kasar padaMu, tidak demikian Tuhan. Hanya saja, bolehkah aku meminta pertolonganMu (lagi) kali ini? Kembalikan sepakbolaku dengan segera, Tuhan. Hanya itu. Bisakah?