"Ku
pertahankan kau demi kehormatan bangsa. Ku pertahankan kau demi tumpah darah,
semua pahlawan-pahlawanku. Merah putih teruslah kau berkibar, di ujung tiang
tertinggi, di Indonesiaku ini !"
Sejak
dahulu hingga saat ini,saya bangga menjadi warga negara INDONESIA ! Negara yang
ramah dan bersahaja, serta memiliki banyak keunikan dari sabang hingga merauke.
Namun ada satu yang tak pernah tergantikan. Selalu teringat dalam benak, selalu
tersirat dalam angan, selalu terasa disetiap hela nafas, dari kami untuk SANG
GARUDA !
Entah
harus menangis, atau malah mengusap dada ? Kalian yang dulu memandang MEREKA
dengan sebelah mata, kini balik mengelukan MEREKA. Kalian yang dulu mencaci
MEREKA, kini balik membanggakan MEREKA. Kemana kalian saat MEREKA terpuruk ?
Kemana kalian saat MEREKA miskin prestasi ? Dan kemana kalian saat KAMI
menyayikan LAGU INDONESIA RAYA dengan harapan besar demi kejayaan SANG GARUDA
dan kejayaan INDONESIA ? Yang terdengar hanyalah cacian, yang terdengar
hanyalah cemohan. Tanpa kalian sadari cacian itu kini menjadi boomerang bagi
kalian.
Lihatlah
kini GARUDA ku ! Mereka terbang tinggi, bahkan sangat tinggi ! Mereka menjawab
semua harapan kami, impian kami, dan membungkam mulut kalian yang penuh dengan
omong kosong. Hmmmm... Saya
menyesali adanya supporter "musiman", yang hadir hanya pada saat
timnas bermain cemerlang. Seharusnya KITA WAJIB untuk selalu menjadi pemain
kedua belas. Saat mereka terpuruk kita ada untuk terus memberikan dukungan. Dan
saat mereka bangkit kita ada untuk memberi tau mereka agar tidak cepat puas
dengan hasil yang sekarang ini.
"GARUDA
DI DADAKU !!! GARUDA KEBANGGAANKU !"
Sejak
kemarin, saat ini, dan SELAMANYA, GARUDA AKAN TETAP ADA DI DADA KAMI ! Saya
harap kalian tetap ada bersama SANG GARUDA. Jangan pernah mengenal kata lelah
demi kejayaan SANG GARUDA. Inilah saatnya kita bersatu membangkitkan kejayaan
SEPAK BOLA INDONESIA. Teriakan pada dunia, INI KANDANG KITA ! Agar seluruh
pelosok dunia tau, KITA BANGGA MEMILIKI GARUDA !
----------
Surat
untuk para pemimpin bangsa yang BERMARTABAT !
Sebelumnya
saya mohon maaf jika terdapat pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan
tulisan ini. Dan saya tekankan bahwa saya menulis dengan SADAR dan TANPA
PAKSAAN. Mungkin ini adalah luapan emosi di negara yang demokrasi ini.
26
Desember...
Entah
mengapa angka 26 menjadi momok yang menyeramkan bagi Bangsa Indonesia. Saya
tidak begitu percaya dengan hal-hal seperti itu, namun kenyataannya memang
demikian. Setiap tanggal 26 terjadi peristiwa yang membuat Bangsa Indonesia menangis.
Bukan bencana yang ingin saya uraikan, melainkan KIAMAT MORAL yang terjadi pada
negeri ini. Mungkin anda bosan dengan bahasan ini, tapi memang saya ingin
membuat MATA MEREKA TERBUKA !
26
Desember 2010...
Kami
hanyalah rakyat kecil, yang ingin mencari hiburan di negeri sendiri. Dan saat
ini, dengan mendukung Garuda di AFF Cup adalah salah satu pilihan hiburan yang
tepat. Kami datang dengan semangat merah putih. Tak peduli apa pun yang
menghadang, bagi kami yang terpenting kami dapat secara langsung memberikan
dukungan moral bagi punggawa merah putih. Dan memang benar kami hanya mampu
membeli tiket pada kategori 3, tapi bagi kami berada di posisi mana pun,
semangat kami tak akan pernah pudar. Saudara kami rela menginap demi
mendapatkan selembar tiket, sebagian ada yang rela datang sebelum matahari
terbit demi mewujudkan impiannya utuk mendukung garuda secara langsung. Namun
apa yang terjadi, kami diperlakukan SEPERTI BINATANG ! Kami dikecewakan oleh
pihak-pihak yang memiliki kuasa di sana ! Dan haruskah demi mendapatkan
selembar tiket, nyawa kami menjadi taruhannya ?
Yang
Terhormat Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono...
Maukah
bapak bergabung bersama kami untuk mengantri demi selembar tiket ? Maukah bapak
bergabung bersama kami di tribun untuk meneriakan yel-yel penyemangat ? Maukah
bapak bergabung bersama kami mempertaruhkan nyawa demi sepak bola ? Memang
terdengar konyol, tapi ini nyata. KAMI BUKAN SUPORTER DADAKAN yang hadir pada
saat mereka menang saja ! KAMI BUKAN SUPORTER BAYARAN yang hadir jika kami
dibayar oleh negara ! KAMI BUKAN SUPORTER HARI KEMARIN yang banyak komentar
tanpa tau apa yang dikatakannya ! Dan yang pasti kami rakyat bapak, kami
manusia, tolong perhatikan kami pak presiden. Jika bukan bapak, kepada siapa
lagi kami mengadukan semua ini ? Terkadang kami ingin seperti bapak, datang ke
stadion dengan pengawalan, menyaksikan pertandingan di bangku vvip tanpa
merasakan keletihan saat mengantri tiket. Kami berharap bapak mau membantu kami
untuk memajukan sepak bola nasional, dan membuat Garuda kami semua terbang
tinggi hingga seluruh dunia bisa melihatnya.
Yang
TERHORMAT Bapak Ketua PSSI...
Hey
TUAN, apa karena harga tiket diturunkan kembali anda menyiksa kami terlebih
dahulu ?! Hey TUAN, apa karena kami rakyat kecil anda bisa memperlakukan kami
sesuka hati ?! Hey TUAN, apa anda pantas disebut sebagai MANUSIA ?! Hey TUAN,
apa anda memimpin semata-mata hanya karna UANG ?! Atau mungkin anda sudah tidak
memili rasa prikemanusiaan lagi ?! Tolong... Bantu kami dalam memajukan sepak
bola di tanah air !
Yang
Kami CINTAI Saudara Serumpun Kami, Warga Malaysia...
Terima
kasih, karna kalian mengajari kami untuk lebih MENJUNJUNG SPORTIFITAS DALAM
SEBUAH PERTANDINGAN. Terima kasih, karna kalian mengajari kami tentang
pentingnya MENJAGA SIKAP FAIR PLAY. Terima kasih, karna kalian mengajari kami
BAGAIMANA CARANYA MENJADI SUPORTER YANG BAIK. Dan terima kasih, karna kalian
juga yang mengajari kami BAHWA KAMI MEMILIKI KEBUDAYAAN YANG MELIMPAH DAN SUDAH
SEPATUTNYA KAMI JAGA DAN KAMI LESTARIKAN AGAR TIDAK ADA PIHAK YANG SEENAKNYA
MENGAKUI KEBUDAYAAN KAMI.
Saya
harap CUKUP SAMPAI SAAT INI BANGSA KITA MENGALAMI KRISIS MORAL. Saatnya menjadi
Bangsa yang memiliki budi pekerti demi terciptanya kesejahtraan rakyat. Dan untuk
itu, kami memerlukan kalian, para pemimpin bangsa yang kelak akan menjadikan
negara ini berubah ke arah yang lebih baik. Bukan malah menjadikan negeri ini
menjadi semakin terpuruk.
No comments:
Post a Comment