November 30, 2012

Karena Aku Indonesia! Hanya Itu!



Aku bukan orang yang sok nasionalis, bukan juga orang yang serba tahu tentang sepak bola Indonesia, aku pun bukan orang yang selalu ada dimana pun saat Timnas Indonesia bertanding. Aku hanya sebagian kecil dari jutaan rakyat Indonesia, yang mencintai Timnas Indonesia, yang menginginkan Timnas Indonesia berjaya kembali dengan para punggawa terbaiknya, dengan mereka yang berjuang dengan mengenakan lambang negaraku di dadanya. Hanya itu, apa aku salah ?

Saat PSSI merubah Timnas Indonesia menjadi sosok yang asing bagi sebagian besar kalangan. Saat Timnas Indonesia tidak lagi menjadi alat pemersatu bangsa di era PSSI yang sekarang. Saat mereka saling menghujat, merasa paling benar sebagai seorang supporter, merasa paling tahu tentang perjalanan sepak bola Indonesia, merasa paling dan paling dalam segalanya, segalanya yang berhubungan dengan Timnas Indonesia. Sementara aku di sini masih terus menyanyikan lagu Indonesia Raya itu, sementara aku di sini masih menghargai lambang negaraku yang ada disudut kiri dada mereka, sementara aku di sini masih yakin jika Indonesia tetaplah merah putih, darahku, tulangku, dan akan selamanya seperti itu sampai aku mati.

Apalah artinya ocehan rakyat kecil seperti aku ? Hilang terbawa angin, entah terbawa kemana, mungkin tempat sampah ! Bagiku, semua orang justru terlihat bodoh saat mereka menyombongkan dirinya, Bagiku, semua orang justru terlihat tolol saat menjelekkan orang lain. Cuiiihhh... Ingin rasanya aku marah ! Tapi kembali lagi aku mengingat posisiku yang hanya berperan sebagai figuran, aktris sampah yang tidak pernah berguna. Tak bisakah mereka berhenti saling menjatuhkan satu sama lain ? Tak bisakah mereka berhenti saling menyombongkan dirinya sebagai seorang supporter sepak bola, pendukung Timnas Indonesia ? Entahlah... Aku terlanjur menilai, jika sepak bola itu adalah salah satu sarana yang tepat, sebagai alat pemersatu bangsa di tengah kerunyaman yang terjadi saat ini.

Indonesia... Aku mencintai kamu. Karna kamu bangsaku, karna kamu negriku, jiwa ragaku dan tempat aku terlahir lalu kembali mati. Terus lah berjuang, terbang tinggi, tak peduli apa pun yang berusaha mematahkan sayapmu.  Aku mungkin bukan siapa-siapa, tapi aku mencintai kamu dengan caraku sendiri. Ini adalah tahun ke tiga aku mendukung kamu dalam ajang AFF, dan ini saatnya kamu membawa piala itu pulang, membawa kemenangan bagi kami rakyat Indonesia. Demi lambang negara yang kamu pakai saat berjuang. Demi ibu pertiwi. Demi Indonesia. Berjuanglah Indonesia, sampai titik darah penghabisan.



( foto bersama Alm. Tito di sektor 11 SUGBK AFF Cup 2008 )

No comments:

Post a Comment