September 20, 2013

Move On Itu Susah-Susah Gampang

Kamu udah move on belum ?” Berbicara masalah move on mungkin agak sedikit rumit. Kita ga pernah tau, apa seseorang sudah move on atau belum dari sesuatu yang biasa disebut masa lalu, kenangan. Bahkan seringkali, orang tersebut juga tidak tau apakah sebenarnya dia sudah berhasil untuk benar-benar melupakan yang pernah terjadi dalam hidupnya dulu, atau justru sebenarnya sama sekali tidak ingin membiarkan masa lalunya itu menguap dan menghilang dari hidupnya. Ya, hanya dia yang tau. Move on bukanlah sesuatu hal yang bisa dibilang susah, tapi juga tidak mudah untuk dilakukan. Mungkin saja lidah bisa berkata dengan mudah, “Aku sudah move on !” tapi apa yang dikatakan oleh hati, siapa yang biasa menebaknya ? 

Menurut gue move on itu bisa dilihat dari berbagai sudut pandang sih. Kalo gue pribadi menganggap move on itu sebagai suatu proses untuk menemukan kebahagiaan yang baru buat kehidupan di masa sekarang dan tentunya di masa yang akan datang. Dulu kita pernah bahagia, namun mungkin berujung kecewa sehingga memaksa kita untuk menemukan kebahagiaan yang lain, bersama orang-orang baru, bersama mereka yang mungkin dianggap bisa memberikan apa yang kita cari. Kebahagiaan.

Ada hal yang menjadikan proses move on itu menjadi sedikit sulit. Kenangannya. Terkadang memang bukan orangnya yang menjadi “penghambat” kita untuk bisa move on. Tapi semua hal yang pernah dilakukan saat bersama dulu, bisa dengan sukses merubah mood seketika saat semuanya begitu saja tergambar dengan jelas dalam ingatan. Seringkali tersenyum, atau bahkan tertunduk lesu saat tiba-tiba saja (secara tidak sengaja) mengingat semuanya. Menurut gue, kita juga ga bisa sesumbar bilang kalo hati kita udah move on dari masa lalu, enggak bisa ! Bukannya ga bisa sih, tapi ga boleh. Kita ga pernah tau kan apa yang akan terjadi esok hari ? Karna hidup itu emang penuh dengan misteri, bahkan isi hati sendiri seringkali tidak bisa dimengerti maunya apa dan bagaimana. 

Bukan masalah sudah atau belum move on, tapi bagaimana kita menghargai pasangan yang sekarang ada bersama kita itu sepertinya jauh lebih penting. Kita ga bisa sepenuhnya melupakan masa lalu, ga akan pernah bisa, gue yakin itu. Sesakit-sakitnya yang masa lalu pernah kasih dalam hidup kita, pasti ada kalanya dia memberikan kita satu hal manis yang memang ga bisa dengan mudah terlupakan. Kita juga ga boleh “mencoba” membuka hati untuk yang baru, bahasa kasarnya sih “pelarian”. Sembuhin dulu hatinya, kurangin dulu kadar cintanya sama orang yang terdahulu, dan harus ikhlas bahwa memang semuanya sudah berakhir, baru deh kita mulai lagi membangun cerita dengan orang baru, dengan kisah yang baru, di lembaran-lembaran kehidupan yang baru. Kalau belum “ikhlas”, jangan coba-coba menerima seseorang dalam hidup kita deh, itu namanya jahat.

Ya intinya, kesimpulannya, dan titik tengahnya dari tulisan kali ini adalah… Perkara sudah atau belum move on-nya kita atau pasangan kita sekarang, sebenarnya bukan masalah kita sih. Semua orang punya dan pasti memiliki masa lalu. Cemburu terhadap masa lalu pasangan ? Buang-buang waktu dan cuma bikin penyakit hati buat diri sendiri sih menurut gue. Yang harus dilakukan adalah… “percaya”, IYA CUMA ITU, CUMA PERCAYA ! Kalau sudah siap memulai hubungan yang baru dengan orang yang baru pula, sudah semestinya ga lagi bawa embel-embel masa lalu hehe. Kita pernah hidup di masa lalu, dan mungkin gagal. Saat mencoba dengan seseorang yang baru di masa sekarang, kita butuh masa lalu untuk bisa berhasil mencapai masa depan. Butuh pelajaran dari setiap kejadian di masa lalu tentu saja. Ga selamanya masa lalu itu harus dilupakan, karna tanpa masa lalu, masa depan itu ga akan pernah tercipta.

No comments:

Post a Comment