February 5, 2014

Lupakan Dia dan Ingat Aku!


Masa lalu memang tidak perlu dibenci atau bahkan dipaksa dilupakan. Tapi, seharusnya, masa lalu tidak perlu dibawa-bawa saat kamu sedang berada bersama seseorang pada masa sekarang. Seseorang yang sedang memperjuangkan kebahagiaanmu, begitu pula sebaliknya. Ada seseorang yang harus kamu jaga perasaannya, saat seringkali tanpa tersadar kamu dengan seksama menjabarkan bagaimana masa lalumu. Bagaimana matamu menerawang jauh saat bibirmu tanpa henti menceritakan apa yang terjadi dahulu. Kamu mungkin tidak sadar, tapi seseorang pada masa sekarang yang sedang mendengarkan ceritamu, dia bisa melihat matamu, matamu yang seolah berbicara “aku dulu pernah sangat berbahagia dengan dirinya” dan itu sangat memuakkan !

Cemburu ? Jelas ! Oh hei, tidak cukupkah saat ini hanya ada kita ? Bisakah dia tidak lagi mengambil peran dalam ceritamu yang baru bersamaku saat ini ? Belum cukupkah waktu kalian bersama pada masa lampau ? Jika belum, lanjutkan atau selesaikanlah tanpa aku. Karna aku tidak cukup baik untuk dapat menerima masa lalumu. Karna aku tidak cukup kuat untuk mendengarkan kamu kembali terhanyut larut dengan seseorang yang lebih dahulu hadir dalam kehidupanmu dibandingkan dengan aku. Aku pencemburu. Tapi aku bukan sosok yang pintar untuk menunjukkan bahwa aku sedang cemburu, kecuali dengan diam, diam, dan memang hanya diam.

Keberatankah jika aku memintamu untuk menyembunyikan masa lalumu dari aku, dari kita ? Seandainya pun kamu belum benar-benar melupakan masa lalumu, setidaknya pandai-pandailah berakting di depanku seolah-olah kamu sudah tidak lagi memikirkan masa lalumu, dengan siapa pun dia. Beraktinglah terus sampai pada akhirnya kamu benar-benar lupa, sampai pada akhirnya benar-benar hanya ada aku yang menjadi alasanmu untuk mengingat sesuatu yang menyenangkan. Bisakah ? Karna aku terlalu takut dikalahkan saat ingatanmu tentang masa lalu sedang menari-nari dalam otakmu. Aku takut, sungguh. Cukup sudah aku merasakan sakit karna kehilangan, jangan lagi kamu. Aku sayang kamu. Bisakah hanya ada aku sekarang, sayang ? 

Tulisan ini bukan tentang saya, namun bercerita tentang perasaan seorang teman. Ah tentu saja bukan tentang saya, karna bagaimana mungkin saya cemburu jika saat ini hati saya pun masih berada dalam ruang hampanya sendirian ?

No comments:

Post a Comment