Pernikahan bukan hanya perkara kesiapan mental atau kecukupan materi belaka. Bukan pula soal bagaimana menyatukan kedua keluarga dari latar belakang yang berbeda. Pernikahan tidak juga melulu soal perjalanan akhir dari sepasang kekasih yang saling menjalin cinta. Lalu, hakikat pernikahan itu sesungguhnya seperti apa?
Pernikahan adalah tentang bagaimana pada akhirnya kita telah menemukan dan berhenti mencari. Pernikahan adalah tentang bagaimana pada akhirnya kita saling percaya dan melengkapi. Dan mungkin yang paling penting, pernikahan adalah bagaimana hatimu mampu mempertahankan dengan baik apa yang kamu yakini sejak awal.
Dear Galuh Ajeng Larasati, mungkin di antara kita, kamu yang lebih dahulu dipertemukan dengan tulang rusukmu, dengan tangis dan tawamu, dengan seseorang yang mereka sebut dengan jodoh. Ini bukan perkara siapa yang lebih cepat atau yang lebih lambat menuju gerbang pernikahan. Karena mungkin saja, di antara kita pula, hanya kamu yang hatinya jauh lebih lapang untuk jatuh cinta sejatuh jatuhnya jatuh terhadap pasanganmu. Sementara kami yang tersisa, masih saja khawatir akan rasa kecewa dari masa lampau yang belum benar-benar pudar.
Selamat menempuh hidup baru. Semoga Tuhan dan semesta, selalu melimpahkan cinta
dan bahagianya untuk kalian. Amin.
No comments:
Post a Comment