July 29, 2011

Supporter - Sepak Bola - Indonesia


satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita. 
tanah air pasti jaya untuk slama-lamanya.

Gelora Bung Karno...
Entah sudah berapa kali saya datang ke tempat ini untuk melihat mereka berjuang. Berjuang demi membawa nama baik bangsa, berjuang demi mengibarkan sang saka merah putih setinggi langit, berjuang untuk mengumandangkan lagu kebangsaan dikancah dunia, dan berjuang demi kita semua rakyat Indonesia. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi bisu bagaimana kami rakyat Indonesia datang beramai-ramai demi memberikan dukungan serta doa untuk mereka. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi bisu bagaimana kami rakyat Indonesia selalu menjadi pemain ke dua belas untuk mereka. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi bisu, bahwa sepkbola Indonesia itu masih ada.

Sepak Bola...
Saat negara saya mengalami kegoncangan dalam dunia ekonominya, saat negara saya mengalami kekacauan dalam dunia politiknya, saat para orang-orang besar di negara saya saling menjatuhkan demi berebut kekuasaan, saat pemimpin di negara saya hanya mampu berkeluh kesah pada masyarakatnya,  ada satu yang bisa mempersatukan seluruh rakyat Indonesia, ada satu yang bisa kembali membangkitkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia, ada satu yang mampu mempersatukan semua warna dan golongan yang ada, yaitu sepakbola, yaa, sepakbola.

Suporter Indonesia...
Fanatik... Yaa itulah suporter Indonesia. Suporter Indonesia memiliki berbagai cara untuk selalu memberikan dukungan bagi timnas Indonesia. Mungkin sedikit brutal, namun itu semua karena jiwa yang sudah terlanjur berbaur dengan apa yang dicintainya, sepakbola Indonesia. Saya yakin bukan hanya suporter Indonesia yang bersikap demikian, setiap manusia pun kadang kehilangan akal sehatnya demi memperoleh apa yang dia mau, dan menurut saya itu manusiawi. Hanya di Indonesia ada suporter yang selalu berdiri berteriak menyemangati para pemain di tengah lapang. Yaa... Inilah Indonesia. Dimana suporternya selalu menjadi faktor dibalik kesuksesan timnas saat ini. Saya hanya ingin menhimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi timnas, karena mereka pun selalu melakukan yang terbaik untuk kita semua. Jangan pernah lagi ada ungkapan menang diagungkan kalah dihujat, karena kita semua sudah seharusnya berjuang demi mengembalikan nama baik sepakbola Indonesia.

INDONESIA dan PIALA DUNIA...
28 Juli 2011... Leg ke 2 antara Indonesia melawan Turkmenistan di ajang kualifikasi piala dunia wilayah ASIA. Pertandingan yang cukup menegangkan bagi siapa pun yang menyaksikannya. Dibabak pertama Indonesia mampu mengungguli lawan dengan skor 3-0, namun sayang, seperti biasa Indonesia selalu lengah saat telah berada di posisi atas, alhasil lawan pun berhasil menjebol gawang Ferry Rotinsulu sebanyak 3 kali. Beruntung hasil akhir 4-3 untuk kemenangan Indonesia, jadi timnas Indonesia masih memiliki kans untuk berjuang dibabak selanjutnya. Hmm, sangat membanggakan saat saya membayangkan jika 11 garuda benar-benar bertanding di ajang piala dunia. Namun, alangkah jauh lebih indah jika itu semua adalah kenyataan.

IMPOSSIBLE IS NOTHING ! Saya percaya jika pasti akan ada saatnya untuk sepakbola Indonesia berjaya di kancah dunia. Saya percaya jika pasti akan ada saatnya untuk sepakbola Indonesia menjadi salah satu tim yang disegani oleh tim dari negara lain, saya percaya dan sangat yakin, bagaimana dengan anda ? Tinggal bagaimana cara untuk mewujudkan itu semua. Dengan doa dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin. Saya harap para petinggi PSSI yang saat ini mejabat lebih fokus untuk memajukan sepakbola Indonesia dan bukan hanya mementingkan kepentingan beberapa kelompok saja. Mari kita berusaha bersama-sama demi sebuah trophy piala dunia.

Saya bangga menjadi bagian dari Bangsa Indonesia.
Saya bangga memiliki 11 garuda-garuda terbaik yang tak pernah mengenal lelah untuk terus berlari mengejar kemenangan.
Saya bangga menjadi INDONESIA.
Bukan menjadi negara yang lain !
Sepakbola Indonesia.
STOP DREAMING AND START FIGHTING !

No comments:

Post a Comment