July 30, 2011

TIMNAS INDONESIA 4 Tahun Terakhir!


2008...
INDONESIA vs THAILAND... Saya sudah tidak terlalu ingat dengan pasti (faktor usia dan penyakit) pertandingan babak apa pada saat itu, kalau tidak salah mungkin babak semi final AFF CUP 2008. Saya berangkat bersama tiga teman saya untuk menyaksikan pertandingan tersebut di gelora bung karno. Waktu itu kami membeli tiket kelas dua seharga Rp. 50.000,00 ! Kami membeli tiket setengah jam sebelum kick off, tidak terlalu sulit bagi kami untuk mendapatkan tiket itu karena jumlah suporter yang datang bisa dibilang tidak terlalu banyak, bahkan untuk babak semi final dapat dibilang sangat sedikit. Dan walaupun kami membeli tiket kelas dua, kami dapat menyaksikan pertandingan dari sektor 11 yang bisa dibilang itu adalah untuk orang-orang yang membeli tiket kelas satu. Bagaimana tidak ? Jumlah penonton yang sangat sedikit memudahkan kami untuk bebas memilih tempat duduk sesuka hati. Dan saat kick off hampir dimulai, kami semua menyanyikan lagu INDONESIA RAYA, dan seperti biasa saya selalu merasakan atmosfer yang luar biasa setiap berada pada momen tersebut. Pada saat itu pun hati kecil saya bertanya-tanya, ada dimana sebenarnya masyarakat Indonesia ? Masih adakah yang peduli terhadap sepak bola negeri ini ? Ini kandang kita, ini timnas kita, mengapa stadion utama gelora bung karno saat ini seperti kuburan saja, sepi, bahkan sangat teramat sepi. Apa karna timnas kita miskin akan prestasi ? Hmm, justru itulah gunanya kita masyarakat Indonesia, memberikan dukungan penuh agar timnas Indonesia tidak pernah merasakan jika mereka berjuang sendiri. Tapi kenyataannya pada saat itu sangatlah  menyakitkan.


2010...
Kejayaan INDONESIA di AFF SUZUKI CUP tahun ini berkembang pesat ! Dari awal babak kualifikasi, timnas Indonesia selalu menang dengan hasil yang luar biasa. Saya sendiri berpendapat jika timnas Indonesia telah kembali bangkit dari keterpurukannya selama ini. Dan timnas pun berhasil masuk sampai babak final. Jika dibandingkan dengan ajang AFF dua tahun yang lalu, antusias penonton sangatlah jauh berbeda. Tahun ini hampir seluruh rakyat Indonesia ingin menyaksikan pertandingan Indonesia secara langsung di stadion.  Akibatnya adalah terjadi kenaikan harga tiket serta kesulitan untuk mendapatkan tiket tersebut. Saya sendiri hanya menyaksikan babak semi final saat melawan Filipina serta babak final saat melawan Malaysia. Yaa Tuhan, tiba-tiba saja saya mengutuk keadaan ini ! Menang diagungkan saat kalah dihujat habis-habisan ! Ah, lebih baik Indonesia bermain jelek saja supaya saya tidak kesulitan mendapatkan tiket. Dua tahun yang lalu saya dengan mudah mendapatkan tiket sesaat sebelum pertandingan. Akan tetapi tidak ditahun ini. Saya harus berjuang jauh-jauh hari demi mendapatkan selambar tiket. Dan tetap saja sampai hari pertandingan tiket itu belum berada dalam genggaman saya. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpastian dalam penjualan tiket, sepertinya ada berbagai pihak yang memanfaatkan momen ini untuk meraih kepentingannya sendiri. Dan pada akhirnya, saya berhasil mendapatkan tiket dari seorang calo dengan harga yang cukup mahal Rp. 100.000 untuk tribun atas. Hahaha, dua tahun lalu dengan separuh harga saya bisa menyaksikan dari tribun bawah, TRAGIS BUKAN ?! Dan yang paling membuat saya kesal adalah saat babak final. Ketika itu timnas Indonesia kebobolan terlebih dulu dari tim lawan, dan apa yang terjadi ? Sebagian dari penonton pergi meninggalkan stadion sementara pertandingan masih berlangsung dan waktu masih sangat panjang ! Hah, saya pun berdiri dan berteriak memaki-maki orang-orang itu ! Tidak peduli banyak mata yang memandang ke arah saya, yang saya tau, saya KECEWA bahkan SANGAT KECEWA dengan mereka ! Masih adakah ketelusan di hati orang-orang itu untuk benar-benar mencintai sepak bola Indonesia ?

Hmm, terakhir saat kulifikasi piala dunia wilayah asia tanggal 28 Juli kemarin, SUGBK memang penuh, harga tiket juga tidak terlalu mahal. Tapi saya tidak yakin bahwa mereka datang benar-benar untuk mendukung timnas dengan sepenuh hati. Untung saja timnas menang, coba kalau kalah ? Mungkin kejadian final AFF 2010 akan terulang, dimana saya memaki-maki mereka yang keluar meninggalkan stadion.

Saya bukannya sok pintar dalam hal sepak bola, saya hanya berperan sebagai rakyat kecil yang menikmati permainan sepak bola negeri ini. Saya hanya berharap, kelak masyarakat dan timnas mampu bekerja sama demi memajukan kembali kejayaan sepak bola Indonesia. Saling mendukung, maka mimpi itu akan menjadi kenyataan dan bukan hanya menjadi angan-angan belaka.


" POLITIK BERKELAHI SALING CACI MAKI, BAGI KAMI FOOTBALL FOR UNITY !"

No comments:

Post a Comment