July 20, 2012

Ditangan Anda, Timnas Kami Bukan Lagi sebagai Alat Pemersatu Bangsa


INDONESIA... INDONESIA... INDONESIA ! Saya selalu saja "merinding" setiap mendengarkan teriakan nama INDONESIA bergema di dalam stadion. GARUDA DI DADAKU ! Begitu kata mereka, pada saat itu. Mereka yang menggantungkan harapan pada sebelas laskar merah putih, mereka yang menggantungkan mimpi pada sebelas orang di lapangan hijau, dan saya, adalah bagian dari mereka. Sebagian kecil yang saat ini masih percaya, jika mimpi untuk melihat sang garuda terbang tinggi, akan terwujud, suatu saat nanti. Timnas Indonesia, mereka sangat luar biasa bagi saya, bagi kami masyarakat Indonesia. Saya selalu menghargai setiap perjuangan yang mereka lakukan demi mengharumkan nama bangsa ini. Apa pun hasilnya, saat mereka kalah, imbang dan menang. Peluh keringat itu, selalu saya hargai walau mungkin tidak seberapa. Saya selalu merasa bangga saat bersama mereka di dalam stadion demi mendukung Timnas Indonesia bertanding. Berbagai macam warna atribut dari klub lokal Indonesia kami tanggalkan, dan kemudian menggantinya dengan kostum kebanggan kami, merah putih, dengan lambang garuda yang terdapat di dada. Dan bersama-sama dengan lantang menyerukan Indonesia Raya di stadion, demi membangkitkan semangat teruntuk sebelas orang yang selalu kami banggakan.

Namun, tidak untuk saat ini. "Timnas yang sekarang palsu!" "Anti Timnas Djohar!" "Benci PSSI, boikot Timnas!"... Dan entah, kalimat apa lagi yang berkumandang untuk Timnas Indonesia pada masanya yang sekarang. Liga Indonesia yang saat ini menjadi dua kubu, seakan menjadi awal dari semuanya. Yaa Tuhan... Sepertinya masalah demi masalah tak ada hentinya mengahampiri sepak bola bangsa ini ! Jujur, saya tidak munafik, jika saya juga tidak merespon dengan baik adanya "pengkubuan" dalam Liga Indonesia, apa lagi telihat sangat jelas ketidakadilan PSSI terutama dalam memilih siapa yang berhak dan tidak berhak dalam membela Timnas Indonesia. Bukankah siapapun boleh membela negaranya ? Dari mana pun dia dan siapa pun dia ? Aneh memang, tapi inilah fakta yang terjadi. Sampai pada akhirnya, munculah mosi tidak percaya bagi Timnas Indonesia yang sekarang. Saya kecewa ! Baik dengan PSSI itu sendiri, dan juga dengan mereka yang dahulu bersama-sama dengan saya datang ke stadion untuk mendukung Timnas Indonesia. Bukankah mereka juga memakai lambang garuda yang selalu kalian elu-elukan ? Lalu kenapa harus mereka yang jadi sasaran kemarahan atas kesalahan pihak lain ? Mungkin, ini hanya pendapat dari orang kecil yang bahkan tak akan pernah dipandang di negaranya. Tapi tolong, siapa pun mereka, dari mana pun mereka berasal, tetap berikan dukungan dan semangat kalian dari pinggir kalian. Mereka butuh kita.

Dan menurut saya, selama mereka mengatasnamakan INDONESIA, dan mengenakan lambang garuda di dadanya, sebagai warga negara yang menginginkan sepak bola di negara maju, bukankah sebaiknya kita tetap memberikan dukungan bagi mereka ? Jangan korbankan Timnas, atas kesalahan yang dibuat oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. HIDUPLAH INDONESIA RAYA !

No comments:

Post a Comment