Lagi-lagi
tentang sepak bola, lagi-lagi tentang Persija yang gue tulis di blog gue ! Yaa... Karna Persija selalu memiliki banyak cerita yang menarik untuk disimak.
Persija Jakarta... Selalu menjadi sorotan bagi dunia sepak bola di Indonesia,
baik dari tim, pemain, hingga supporternya itu sendiri. Persija, pemainnya, dan
para Jakmania, merupakan satu paket yang ga mungkin bisa terpisah. Ke tiga
komponen tersebut saling bekerja sama untuk mencapai gelar "JUARA" !
Hmm... Dalam tulisan gue kali ini, mungkin gue cuma berusaha ngeluarin pendapat
gue sebagai penikmat sepak bola Indonesia dan juga Persija. Kalau pun di antara
kalian yang kebetulan membaca tulisan gue, merasa tulisan gue ga bener, yaa itu
hak kalian untuk berkomentar, karna ini negara demokrasi, katanya.
Sepak
bola Indonesia yang dewasa ini menurut gue semakin kacau, memang selalu menjadi
pusat perhatian dikalangan penikmat sepak bola dalam negri. Setelah pengkubuan
yang terjadi antara ISL dengan IPL, yang kemudian berdampak pada
"pemboikotan" Timnas Indonesia saat bertanding akhir-akhir ini,
Persija, tim kebanggaan warga Jakarta ini pun merasakan imbasnya. Kebanyakan
rekan-rekan Jakmania menolak untuk mendukung Timnas demi mencari keadilan bagi
timnya yang dirampok oleh PSSI ! Gue pribadi ? Gue juga kecewa karna kejadian
tersebut, gue pikir orang-orang di dalam tubuh PSSI itu cerdas, tapi ternyata,
otak udang ! Tapi gue bukan sebagian besar dari mereka yang melakukan
"pemboikotan" Timnas Indonesia yang mungkin saat ini lebih terkenal
dengan sebutan "Timnas IPL". Ini jelas kesalahan murni dari PSSI,
bukan Timnas. Jadi seharusnya kita melakukan "pemberontakan" lewat
jalan lain, bukan dengan cara "pemboikotan" terhadap Timnas. Gue
pribadi pun punya prinsip, "siapapun pemainnya, selama mereka
menggunakan lambang garuda di dadanya dan berjuang demi nama Indonesia, pasti
gue bela" dan gue yakin, prinsip ini jauh berbeda dengan kebanyakan
rekan-rekan Jakmania. Ironis memang, tapi gue pribadi mengerti kok, kenapa
mereka melakukan hal yang demikian, sebagai bentuk protes kepada PSSI yang
seharusnya mengayomi, tapi malah menghancur leburkan sepak bola Indonesia. Dan
kemudian masalah ini pun membawa dua pertanyaan yang membingungkan, kemana
nasionalismemu terhadap timnas ? Dan dimana loyalitasmu terhadap tim ? Sebelum
menanyakan hal itu kepada orang lain, tanyakan sendiri kepada hati kecil
kalian, apakah sudah pantas disebut sebagai seorang supporter ? Gue lebih suka
dibilang sebagai penikmat sepak bola, dengan cara gue sendiri.
Sampai
pada akhirnya salah satu pemain Persija yang selalu dibanggakan, melanggar
janjinya sendiri, janji untuk tidak membela Timnas, sampai tim yang dirampok
memperoleh haknya kembali. Bambang Pamungkas ! Sosok seorang BP sepertinya
memang tidak bisa dilepas dari Persija, sampai ada anggapan "Persija
yang asli itu yang ada Bambang Pamungkasnya" walaupun gue pribadi
lebih suka beranggapan "Persija yang asli ? Emang ada Persija palsu ?
Orang yang ga suka bola juga tau Persija cuma satu" Dan lagi-lagi ini
perbedaan setiap individu, setiap orang yang mencintai timnya dengan caranya
sendiri. Pro dan kontra memang saat sang kapten mengambil keputusan yang
demikian ? Banyak yang kecewa, banyak juga yang mendukung. Gue pribadi bukan
penggemar BP, tapi gue salut sama BP karna keputusannya tersebut dengan mengatasnamakan
"Timnas". Satu hal yang mungkin disesali banyak pihak, sang kapten,
yang selalu dibanggakan, menjilat ludahnya sendiri.Sekarang pun yang gue baca
dari beberapa media massa, katanya pihak manajemen bersiap melepas BP jika ada
yang berminat untuk membelinya. Dan yaa... Sesuai perkiraan, pro kontra pun
terjadi lagi ! Sedih memang, saat rasa cinta lo kepada pemain lebih besar dari
rasa cinta lo sama Persija itu sendiri. Yaa ga jauh beda lah sama yang lebih
milih bunuh-bunuhan sama supporter tetangga dibanding beli tiket buat masuk ke
dalam stadion. Miris.
Gue
pribadi juga punya pemain favorit kok di Persija, Ismed Sofyan. Tapi yaa cuma
sekedar mengagumi sosoknya, sedangkan rasa cinta gue lebih besar buat Persija
itu sendiri. Bukan satu pemain yang bikin sebuah tim bisa besar, tapi justru
sebaliknya. Tim itu ada sebelas pemain, bukan seorang. Tim ga butuh pemain yang
cuma punya loyalitas besar tapi ga punya kesungguhan buat ngasih gelar juara ke
Tim tersebut. Jadi kalo Tim ngerasa salah seorang pemain udah ga
"layak" menjadi bagian dari mereka, yaa wajar kalo mereka mencari
yang "lebih". Ini semua buat kebaikan Persija kok, bukan buat
apa-apa. Inget tujuan kalian dari awal, buat dukung Persija kan ? buat support
Persija sampe mereka juara kan ? Pemain boleh silih berganti, tapi Persija,
selalu di hati ! Pikirin Persijanya, bukan yang lain. Kita ada karna Persija,
jangan sampe perbedaan pendapat kita tentang Persija justru ngebuat kita pecah
belah, justru ngebuat kubu diantara sesama Persija. Kalo udah begitu, apa
bedanya kita sama PSSI ? Gue percaya, darah "oranye" itu udah
mengental dalam jiwa kalian. Jadi, tetap teriakan dengan lantang, PERSIJA
SAMPAI MATI, LOYALITAS TANPA BATAS ! Persija, siapapun nanti yang membela
kalian, bagaimana pun keadaan kalian nanti, cinta kami buat kalian akan tetap
ada dan bertahan.
No comments:
Post a Comment