September 11, 2013

Garis Takdir Perempuan


“Air mata perempuan ga selalu berarti kesedihan. Seringkali itu menggambarkan kemarahan yang memang hanya bisa diluapkan lewat tangisan.” @shintiaaadewi posting on twitter.

Perempuan memang gitu, ribet! Ga jelas maunya apa dan bagaimana. Seringkali bibirnya mengumbar senyum, sementara hatinya menahan sakit yang ga bisa dijelasin gimana rasanya. Atau bahkan tertawa terbahak-bahak, entah mentertawakan dirinya yang sangat idiot, atau justru berusaha menipu seluruh dunia dan meyakinkan semua orang bahwa dia sedang bahagia walaupun sebenarnya kalah telak dengan keadaan. Sebagian besar perempuan ga bisa mengungkapkan apa yang sedang dirasain, kebanyakan dari mereka memilih untuk diam, untuk menyimpan segalanya dengan sangat rapat agar hanya dia dan Tuhan yang tau. Alasannya, bisa jadi karna sifatnya yang memang tertutup, atau bahkan belum menemukan seseorang yang tepat untuk berbagi suka duka yang dirasakan.

Dan perempuan itu sebenarnya sama sekali ga cengeng atau bahkan makhluk yang lemah! Air mata yang keluar dari sudut matanya, seringkali berarti jika dia lelah. Lelah menahan amarah, lelah menahan segala hal yang selama ini membuatnya kecewa. Lelah untuk mengharapkan sifat peka dari seseorang yang dicintainya, laki-laki tentu saja maksudnya. Dan yang pasti, air mata yang keluar dari sudut mata seorang perempuan, itu karna dia memiliki cinta yang sangat dalam serta tulus untuk seseorang yang dianggapnya penting. Bahkan lebih penting dibandingkan dirinya sendiri.

Selama kamu (laki-laki) bisa menghapus air mata seorang perempuan, bisa menjadi alasan senyum yang tersungging dibibir seorang perempuan, bisa menjadi pendengar yang baik tanpa berkomentar saat perempuan bercerita tentang apa yang terjadi disepanjang harinya, dan bisa memberikan pelukan saat perempuan merasa sendirian, maka perempuan itu pun akan membalasnya lebih dari apa yang kamu bayangkan. Kamu hidup dari rahim dan air susu seorang perempuan, semoga bukan suatu hal yang sulit jika harus membalas semua itu dengan memahami isi hati mereka.

2 comments: