November 5, 2013

Bercerita Tentang Kita pada Gelap Malam


Di tengah malam yang sunyi, sosokmu semakin jelas terlihat dalam khayalku. Memperlihatkan senyuman di wajahmu, melengkung bagai bulan sabit di langit-langit. Di tengah malam yang senyap, bayangmu semakin jelas terlihat dalam lamunanku. Menebarkan semerbak wangi aroma tubuhmu, memabukan seperti arak dalam sloki. Di tengah malam yang sepi, rindumu semakin jelas tersirat dalam pejaman mataku. Menyayat secara perlahan, meninggalkan jejak yang tak bertuan kecuali sepi.

Lalu hujan pun turun. Meningalkan embun pada kaca di balik tirai jendela kamar. Dengan jari telunjukku, ku tuliskan kata “kita” pada embun-embun menyejukkan itu. Seandainya saja semudah itu menciptakan kita. Tapi, aku pun tak ingin menjadikan kamu hanya sekedar “seandainya”.

Dan aku pun selalu semangat menunggu pagi, dan sesegera mungkin melawan waktu untuk menjadikan “kita” lebih dari “seandainya”. Kita yang nyata.

No comments:

Post a Comment