October 29, 2013

Lekas Sembuh, PERSIJA!


Selamat siang. Siang yang mendung dan ditemani oleh titik-titik air yang mulai terjatuh dari awan kelabu yang bergumpal. Dan semakin menjadikan diri ini terhanyut larut dalam berbagai khayalan, dalam berbagai pertanyaan. Ah bukan kamu ! Siang ini aku sedang beristirahat untuk memikirkan sosokmu, sayang. Karna ini lebih penting, dia bahkan aku kenal lebih dahulu dibanding kamu. Dia bahkan aku sayangi lebih banyak dibanding kamu.

29 hari lagi dari sekarang, usianya mencapai angka 85 tahun. Semakin tua, semakin renta, semakin rapuh. Ah, macan kemayoran tetaplah macan bagiku. Setua atau  serenta apa pun dia nantinya, aku akan tetap berada di sisinya untuk selalu membantu dia berlari. Berlari sekencang-kencangnya, hingga tidak ada lagi yang mampu menghentikan lajunya untuk menjadi yang terbaik.

Tapi... Apa kabar dia saat ini ? Apa mendung seperti awan siang ini ? Apa lembab seperti sisa hujan kemarin yang masih membekas ? Atau justru tertidur lelap, terbuai akan hawa dingin yang sedang menyelimuti kotanya beberapa hari terakhir ini ? Lama tak lagi ku dengar tentang kabarnya. Apa aku yang memang tidak lagi gencar mencari tau, atau justru dia yang memang sedang bersembunyi ? Entahlah.

Hai, apa kabar Persija Jakarta ? Aku harap kamu baik-baik saja. Kalau pun tidak, aku berdoa semoga kamu cepat kembali membaik, semakin baik. Sungguh aku tak akan lagi memaksamu untuk menjadi yang terbaik di musim berikutnya. Melihatmu baik-baik saja, sudah lebih dari cukup bagiku, sungguh. Karena jika kamu baik-baik saja, itu akan memudahkan langkahmu untuk menjadi yang terbaik, benar bukan ?

Tidak ada lagi yang mampu menjadikan aku benar-benar hidup, selain saat berdiri dua kali empat puluh lima menit dibangku tribun untuk berteriak menyemangatimu. Tidak ada lagi yang mampu menjadikan aku benar-benar hidup, selain saat terus berdoa dan sesekali menahan laju nafasku ketika kamu berjuang di tengah lapangan hijau. Tidak ada lagi yang mampu menjadikan aku benar-benar hidup, selain kamu, kamu dan hanya kamu Persija.

Cepatlah kembali bangkit, aku tau kamu bisa. Walau pun banyak yang datang dan pergi, silih berganti untuk membela nama besar serta untuk memperjuangkan senyum bagi kami, para pecintamu, Persija tetaplah Persija. Yang selalu memiliki tempat tersendiri dalam hidup mereka yang mencintai kamu. Apa lagi yang kamu minta dari aku, Persija ? Waktu ? Tenaga ? Pikiran ? Uang ? Bahkan separuh hidupku rasanya sudah diberikan untuk kamu saja.

Jadi... Apa rasanya berlebihan, jika aku meminta kamu untuk selalu baik-baik saja ? Setidaknya, jangan lagi tertidur terlalu lama dan membuat aku cemas, terlalu cemas jika kamu akan tertidur selamanya. Aku mohon, bangkitlah Persija.

No comments:

Post a Comment