Selamat
siang. Siang yang mendung dan ditemani oleh titik-titik air yang mulai terjatuh
dari awan kelabu yang bergumpal. Dan semakin menjadikan diri ini terhanyut
larut dalam berbagai khayalan, dalam berbagai pertanyaan. Ah bukan kamu ! Siang
ini aku sedang beristirahat untuk memikirkan sosokmu, sayang. Karna ini lebih
penting, dia bahkan aku kenal lebih dahulu dibanding kamu. Dia bahkan aku
sayangi lebih banyak dibanding kamu.
29
hari lagi dari sekarang, usianya mencapai angka 85 tahun. Semakin tua, semakin
renta, semakin rapuh. Ah, macan kemayoran tetaplah macan bagiku. Setua atau serenta apa pun dia nantinya, aku akan tetap
berada di sisinya untuk selalu membantu dia berlari. Berlari sekencang-kencangnya,
hingga tidak ada lagi yang mampu menghentikan lajunya untuk menjadi yang
terbaik.
Tapi...
Apa kabar dia saat ini ? Apa mendung seperti awan siang ini ? Apa lembab
seperti sisa hujan kemarin yang masih membekas ? Atau justru tertidur lelap,
terbuai akan hawa dingin yang sedang menyelimuti kotanya beberapa hari terakhir
ini ? Lama tak lagi ku dengar tentang kabarnya. Apa aku yang memang tidak lagi
gencar mencari tau, atau justru dia yang memang sedang bersembunyi ? Entahlah.
Hai,
apa kabar Persija Jakarta ? Aku harap kamu baik-baik saja. Kalau pun tidak, aku
berdoa semoga kamu cepat kembali membaik, semakin baik. Sungguh aku tak akan lagi
memaksamu untuk menjadi yang terbaik di musim berikutnya. Melihatmu baik-baik
saja, sudah lebih dari cukup bagiku, sungguh. Karena jika kamu baik-baik saja,
itu akan memudahkan langkahmu untuk menjadi yang terbaik, benar bukan ?
Tidak
ada lagi yang mampu menjadikan aku benar-benar hidup, selain saat berdiri dua
kali empat puluh lima menit dibangku tribun untuk berteriak menyemangatimu. Tidak ada
lagi yang mampu menjadikan aku benar-benar hidup, selain saat terus berdoa dan
sesekali menahan laju nafasku ketika kamu berjuang di tengah lapangan hijau. Tidak
ada lagi yang mampu menjadikan aku benar-benar hidup, selain kamu, kamu dan
hanya kamu Persija.
Cepatlah
kembali bangkit, aku tau kamu bisa. Walau pun banyak yang datang dan pergi,
silih berganti untuk membela nama besar serta untuk memperjuangkan senyum bagi
kami, para pecintamu, Persija tetaplah Persija. Yang selalu memiliki tempat
tersendiri dalam hidup mereka yang mencintai kamu. Apa lagi yang kamu minta
dari aku, Persija ? Waktu ? Tenaga ? Pikiran ? Uang ? Bahkan separuh hidupku
rasanya sudah diberikan untuk kamu saja.
Jadi...
Apa rasanya berlebihan, jika aku meminta kamu untuk selalu baik-baik saja ?
Setidaknya, jangan lagi tertidur terlalu lama dan membuat aku cemas, terlalu
cemas jika kamu akan tertidur selamanya. Aku mohon, bangkitlah Persija.
No comments:
Post a Comment