September 8, 2014

There's Only You, PERSIJA JAKARTA!


Jumat, 5 September 2014

Hari ini, saya kembali mendatangi Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menyaksikan pertandingan yang menentukan lolos tidaknya klub kebanggaan saya ke fase delapan besar. Ramai. Ya, suasana stadion bisa dikatakan cukup ramai. Teriakan semangat dari para rekan-rekan supporter yang menggema, dan kemenangan karna tiga gol yang dicetak oleh Persija atas Barito mampu membuat saya tersenyum. Tersenyum dengan penuh kegetiran. Bahkan hampir hambar. Karna sebelum pertandingan dimulai pun, kita semua sudah tau bagaimana akhir dari semua ini.

Tidak ada selebrasi untuk tiga gol Persija. Tidak ada kebahagiaan untuk kemenangan Persija. Pada saat mereka semua seharusnya berjuang leibih keras, namun kemenangan itu justru membuat mereka harus berhenti dengan sangat memilukan. Saya sempat berpikir, apakah Persija yang begitu kami ( the jakmania ) banggakan bersungguh-sungguh dalam setiap pertandingannya demi merebut sebuah gelar juara ? Apakah Persija yang begitu kami banggakan mampu melihat besarnya pengorbanan yang kami berikan pada setiap kali datang ke stadion untuk bersama mereka melalui semangat serta doa ?

Emosi akibat kekecewaan yang begitu mendalam bisa terlihat dengan jelas dari tiap-tiap bangku tribun. Kekecewaan yang bahkan saya sendiri bingung untuk mengutarakannya lewat kata demi kata... 

Malam itu, untuk pertama kalinya saya merasakan tribun bukanlah lagi sebagai rumah yang memberikan kenyamanan untuk saya. Sesak. Teramat sesak. Entah apa yang membuat saya sulit bernafas dan meneteskan air mata. Apakah tembakan gas air mata yang membabi buta ? Ataukah karna menyadari jika akan butuh waktu yang cukup lama untuk kembali ke tempat ini ? Saya tidak pernah takut untuk berada dalam situasi kacau saat mendukungmu. Saya tidak pernah meminta ganti rugi untuk lembar demi lembar rupiah yang keluar untuk membili tiket. Tapi untuk kali ini, boleh kah saya menjadi pemujamu yang egois ? Saat bahkan nyawa yang harus dikorbankan untukmu, masih enggankah kamu membalas segala hal yang telah diberikan dengan sebuah gelar juara ? Bukan malah memberikan kemenangan terlambat, yang justru menyakitkan. Sangat teramat sakit.

Tapi jangan pernah khawatir, karna cinta ini tidak akan pernah mati, selama saya masih diberikan nikmat hidup oleh Tuhan.

No comments:

Post a Comment