Waktu
tidak pernah berhenti walau hanya sesaat. Waktu terus berjalan ke depan tanpa
henti, dan meninggalkan jauh mereka yang enggan melakukan apa pun pada setiap
detik kehidupannya. Waktu memang tidak pernah menunggu, tidak pernah
berkompromi, tidak pernah bisa didebat. Waktu bak penguasa di dunia ini, yang
mampu menorehkan kisah-kisah baru, atau bahkan mengorek cerita lama yang
seharusnya sudah ditinggalkan jauh di belakang.
Ini
tentang waktu. Waktu yang menyeret sesuatu yang aku cintai, perlahan menuju
pada usia barunya. Usia yang tidak lagi muda, bahkan dapat dikatakan renta. Usia
yang tidak lagi produktif, bahkan dapat dikatakan menuju mati. Tapi, dia tidak
tampak renta atau bahkan menuju mati. Tidak. Mungkin saja dia hanya sedang sedikit
bingung, bagaimana caranya untuk tetap terlihat gagah pada usianya sekarang. Bagaimana
caranya untuk tetap menjadi yang terbaik di antara yang paling baik.
Waktu
memang bisa mengubah segala hal tanpa mampu diduga sebelumnya. Waktu bisa
menenggelamkan manusia dalam kesedihan, atau membuainya dalam bahagia. Tapi, ada
satu hal yang tidak akan pernah mampu ditaklukan oleh waktu. Ada satu hal yang
tidak akan pernah bisa diubah bahkan meskipun waktu melaju lebih cepat dari
biasanya. Ya, cinta terhadapnya yang begitu besar tidak akan pernah habis
termakan waktu, hingga jiwa ini dipisahkan dari raganya.
Selamat
ulang tahun, kesayangan. Semoga aku masih diberikan banyak waktu untuk terus
menemani kamu setiap kali berlari menuju kemenangan. Semoga aku masih diberikan
banyak waktu untuk terus menjadi saksi setiap perjuanganmu di lapangan hijau. Semoga
aku masih diberikan banyak waktu untuk menjadi salah satu di antara sekian
banyak orang yang mencintaimu, untuk melihat kamu berdiri di podium tertinggi
dengan gelar juara. Tak ada “semoga”
yang aku tujukan padamu kali ini. Bukannya aku tidak memiliki doa, atau bahkan
harapan untukmu, kesayangan. Hanya saja, aku percaya sudah terlalu banyak
doa-doa baik untukmu dari mereka yang mencintaimu di luar sana, dan ku rasa itu sudah lebih dari cukup.
86
tahun... Sudah tidak elok rasanya jika aku masih menuntutmu untuk
kembali menjadi
yang terbaik. 86
tahun... Sudah tidak pantas rasanya jika aku masih memaksamu untuk
kembali
menjadi yang nomor satu di negri ini. 86
tahun... Sudah semestinya kamu tau diri, bagaimana caranya membalas
cinta dari
mereka yang tanpa henti selalu memberikan dukungan terbaiknya untukmu.
Bangkitlah, dan rebut kembali kejayaan yang memang sudah sepantasnya
kamu dapatkan !
Waktu boleh membuatmu menua. Tapi waktu tidak akan pernah bisa membuat renta tubuh ini untuk terus mencintai kamu, Persija :)

No comments:
Post a Comment