November 28, 2014

Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu, Selamanya, #GuePersija

Waktu tidak pernah berhenti walau hanya sesaat. Waktu terus berjalan ke depan tanpa henti, dan meninggalkan jauh mereka yang enggan melakukan apa pun pada setiap detik kehidupannya. Waktu memang tidak pernah menunggu, tidak pernah berkompromi, tidak pernah bisa didebat. Waktu bak penguasa di dunia ini, yang mampu menorehkan kisah-kisah baru, atau bahkan mengorek cerita lama yang seharusnya sudah ditinggalkan jauh di belakang.

Ini tentang waktu. Waktu yang menyeret sesuatu yang aku cintai, perlahan menuju pada usia barunya. Usia yang tidak lagi muda, bahkan dapat dikatakan renta. Usia yang tidak lagi produktif, bahkan dapat dikatakan menuju mati. Tapi, dia tidak tampak renta atau bahkan menuju mati. Tidak. Mungkin saja dia hanya sedang sedikit bingung, bagaimana caranya untuk tetap terlihat gagah pada usianya sekarang. Bagaimana caranya untuk tetap menjadi yang terbaik di antara yang paling baik.

Waktu memang bisa mengubah segala hal tanpa mampu diduga sebelumnya. Waktu bisa menenggelamkan manusia dalam kesedihan, atau membuainya dalam bahagia. Tapi, ada satu hal yang tidak akan pernah mampu ditaklukan oleh waktu. Ada satu hal yang tidak akan pernah bisa diubah bahkan meskipun waktu melaju lebih cepat dari biasanya. Ya, cinta terhadapnya yang begitu besar tidak akan pernah habis termakan waktu, hingga jiwa ini dipisahkan dari raganya.

Selamat ulang tahun, kesayangan. Semoga aku masih diberikan banyak waktu untuk terus menemani kamu setiap kali berlari menuju kemenangan. Semoga aku masih diberikan banyak waktu untuk terus menjadi saksi setiap perjuanganmu di lapangan hijau. Semoga aku masih diberikan banyak waktu untuk menjadi salah satu di antara sekian banyak orang yang mencintaimu, untuk melihat kamu berdiri di podium tertinggi dengan gelar juara. Tak ada “semoga” yang aku tujukan padamu kali ini. Bukannya aku tidak memiliki doa, atau bahkan harapan untukmu, kesayangan. Hanya saja, aku percaya sudah terlalu banyak doa-doa baik untukmu dari mereka yang mencintaimu di luar sana, dan ku rasa itu sudah lebih dari cukup.

86 tahun... Sudah tidak elok rasanya jika aku masih menuntutmu untuk kembali menjadi yang terbaik. 86 tahun... Sudah tidak pantas rasanya jika aku masih memaksamu untuk kembali menjadi yang nomor satu di negri ini. 86 tahun... Sudah semestinya kamu tau diri, bagaimana caranya membalas cinta dari mereka yang tanpa henti selalu memberikan dukungan terbaiknya untukmu. Bangkitlah, dan rebut kembali kejayaan yang memang sudah sepantasnya kamu dapatkan !

Waktu boleh membuatmu menua. Tapi waktu tidak akan pernah bisa membuat renta tubuh ini untuk terus mencintai kamu, Persija :)

Satu untuk Jakarta. Satu untuk semua. PERSIJA untuk semua !

No comments:

Post a Comment