March 10, 2016

Love is...

Aku tidak bisa memprediksi, kapan akan menjatuhkan hati pada seseorang. Aku juga tidak bisa memutuskan, kapan akan berhenti mencintai seseorang. Seringkali hati bekerja dengan misterius, pun halnya dengan cara kerja semesta yang selalu menyimpan misteri dan memiliki banyak kejutan.

Saat senyuman itu menjadi hiasan pada wajahnya, saat sorot mata itu menatapku dalam-dalam, aku merasa waktu masih seolah berhenti sejenak. Membiarkan aku menikmati keduanya dengan tenang. Hangat. Dadaku masih sangat terasa hangat saat senyuman dan sorot mata itu seolah memojokan aku di sudut ruang hatiku sendiri.

Aku selalu meminta pada Tuhan agar menjaganya baik-baik, agar Tuhan tak pernah meninggalkan setiap langkah yang ia jejaki . Aku tak pernah meminta pada Tuhan agar Dia menjadikannya milikku seorang. Aku hanya tak ingin doaku atau bahkan perasaanku menjadi pamrih, dan tak lagi tulus.

Karna jika aku masih ada dalam ingatannya, itu sudah lebih dari cukup.

No comments:

Post a Comment