January 23, 2012

Belum Pantas Bicara Loyalitas, Maaf, Persija


Dalam mencintai sesuatu hal, ketulusan dan pengorbanan itu merupakan harga mati. Yaa... Namanya saja cinta, jika kita tidak benar-benar memiliki kesungguhan untuk terus mempertahankannya, mungkin kita belum masuk ke tingkat yang disebut dengan cinta, mungkin hanya sekedar mengagumi. PERSIJA... Lagi-lagi saya menulis tentang PERSIJA di blog ini. Yaa karena PERSIJA sudah menjadi salah satu bagian penting dalam hidup saya. Katanya PERSIJA SAMPAI MATI, katanya DEMI PERSIJA APAPUN KU LAKUKAN, tapi saya sadar jika belum banyak hal yang saya lakukan untuk PERSIJA. Saya akui jika diri saya masih jauh dari kata pantas untuk disebut sebagai salah satu supporter PERSIJA yang fanatik. Saya masih jarang hadir di stadion, terutama jika saat PERSIJA bermain di hari libur. Sekali lagi itu karna faktor izin dan adanya larangan keras dari kedua orang tua saya. Tapi saya selalu berusaha hadir meski harus meninggalkan jam kuliah dan harus berbohong kepada orang tua, entah sampai kapan. Bagaimana dengan loyalitas ? Kebanyakan dari rekan-rekan jakmania berpendapat, "lo belum loyal kalo belum pernah ikut PERSIJA main tandang !" Dan apakah ukuran sebuah loyalitas hanya dari situ saja ? Hmm... Kalau memang demikian, maafkan saya PERSIJA, saya belum memiliki loyalitas terhadapmu.

Saya pribadi memiliki pendapat lain sebenarnya jika membicarakan loyalitas terhadap PERSIJA. Jika ada yang menjelekkan PERSIJA pasti akan saya bela mati-matian harga diri PERSIJA, walau sebagian berpendapat jika saya berlebihan, akan tetapi saya tidak peduli. Apakah itu termasuk hitungan loyalitas ? Saya selalu mendukung PERSIJA dalam keadaan apapun, saat mereka berada di atas atau bahkan saat terpuruk sekalipun, saya tidak pernah meninggalkan PERSIJA sedetikpun. Apakah itu juga pantas disebut dengan loyalitas ? Saya selalu berusaha bersikap baik dalam mendukung PERSIJA. Tidak melakukan kerusuhan, membeli tiket saat pertandingan, bersikap sebagaimana seharusnya supporter perempuan, demi menjaga citra dan nama baik PERSIJA di mata masyarakat. Loyalitaskah itu ? Hmm... Saya yakin kalian semua memiliki pendapat masing-masing tentang arti dari sebuah kata loyalitas.

Menjaga nama baik tim adalah kewajiban bagi seorang supporter. Karena suatu tim sepakbola dan supporter itu memiliki hubungan timbal balik. Tak akan ada kejayaan yang diraih suatu tim tanpa adanya supporter, dan tak akan pernah adanya supporter tanpa adanya sebuah tim sepakbola. PERSIJA dan JAKMANIA... Merupakan satu kesatuan yang tak akan pernah terpisahkan. Keduanya sama-sama memiliki nama besar di dunia persepakbolaan Indonesia.

JAKMANIA bagi saya merupakan satu-satunya keluarga supporter yang mengirimkan banyak pasukannya saat PERSIJA bermain di tempat orang, sangat berbeda dengan supporter dari tim lain. Dan saya rasa PERSIJA pasti bangga memiliki JAKMANIA yang selalu tak kenal lelah dalam mendukung mereka saat berjuang di lapangan hijau. Dan kepada rekan-rekan JAKMANIA saya dimanapun kalian berada, jagalah loyalitas kalian untuk terus mendukung PERSIJA. Jangan pernah lupa, jika nama baik PERSIJA ada di tangan kalian. Bersikap baik lah, dan buktikan kepada masyarakat luas jika supporter tidak selamanya harus membawa kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat. Jaga warna oren itu yang sudah terlanjur melekat dalam hati, darah, dan hidup kalian. Jangan tanya apa yang sudah PERSIJA berikan pada kita, akan tetapi tanyakan pada hati kalian masing-masing, sejauh mana kalian memberikan dukungan dan semangat bagi PERSIJA, mungkin itu yang dinamakan dengan loyalitas.

No comments:

Post a Comment