February 19, 2013

Sepak Bolaku, Sepak Bolamu, Sepak Bola Kita Semua


Saat perbedaan pendapat menjadi retaknya suatu korelasi, lalu apa masih berarti kata “demokrasi” di negara ini ? Merasa paling benar, paling baik, dan paling hebat. Memandang remeh pendapat orang yang tak sepaham dengannya. Entahlah, hanya chaos yang terjadi, saat satu lama lain berusaha untuk selalu terlihat benar. Bukankah untuk dihargai oleh orang lain, kita harus menghargai mereka terlebih dahulu ? Bukankah setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya ? Wacana. Yap ! Semua itu hanya sebuah wacana hingga detik ini.

Sudah paham bukan apa yang akan kalian baca selanjutnya ? Tentang sepak bola, dan masih selalu tentang si kulit bundar dengan sejuta ceritanya. Saya selalu semangat saat bercerita tentang sepak bola, seperti semangat saat saya berada di pinggir lapangan untuk menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola. Saya sendiri masih belum siap disebut sebagai seorang supporter, bagaimana kalau sebagai salah satu penikmat dari permainan si kulit bundar dan segala hal yang berkaitan dengannya ? Baiklah sepakat, panggil saja saya demikian.

Saya hanya ingin berusaha fokus dalam mendukung tim kebanggaan yang saya bela, namun tetap dengan memperhatikan segala hal yang terjadi pada tim tersebut. Saya hanya ingin terus berusaha berada di barisan terdepan  dalam membela kepentingan tim dengan cara saya sendiri, dibandingkan dengan ikut pusing berada di antara teriakan-teriakan pendapat yang selalu merasa paling benar. Sebuah tim tidak hanya membutuhkan sekedar ide, wacana atau kritik-kritik dari para pendukungnya. Tapi juga tindakan nyata dalam mendukung. Menurut saya, mendukung klub kebanggaan tidak hanya berbatas pada waktu selama 2x45 menit. Jadi seharusnya bukan hanya sekedar kritik atau hujatan yang diberikan kepada tim, namun juga sebuah tindakan nyata demi menjaga eksistensi sebuah tim yang dibela bukan ?

Dan saat sudah siap menentukan dengan siapa saya akan menitipkan rasa cinta saya, berarti saya sudah siap pula menerima keadaan tim tersebut, sebagus dan seburuk apa pun keadaannya. Selalu berusaha memandang segala seuatu yang terjadi terhadap tim dengan kritis dan realistis. Jika tidak bisa membantu tim dengan memberikan solusi, lebih baik jangan memberikan kritik. Jika tidak bisa menerima kekalahan, lebih baik jangan bersorak saat menang. Jika tidak selalu berada di pinggir lapangan untuk mendukung tim, lebih baik diam dan cukup perhatikan.

Sesungguhnya tidak akan pernah ada supporter karbitan, tidak akan pernah ada supporter layar kaca, tidak akan pernah ada supporter kemarin sore, jika kita tau bagaimana menghargai cara setiap orang mencintai dan mendukung timnya, jika kita tau bagaimana menghormati dan menerima cara setiap orang berpendapat demi kejayaan timnya. Masihkah sepak bola sebagai salah satu olah raga yang dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa di negara ini ? Atau ada yang keberatan dengan setiap kalimat yang ada di tulisan ini ? Silahkan kembali membaca yang tertera di paragraf pertama. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment