Saat
perbedaan pendapat menjadi retaknya suatu korelasi, lalu apa masih berarti kata
“demokrasi” di negara ini ? Merasa paling benar, paling baik, dan paling hebat.
Memandang remeh pendapat orang yang tak sepaham dengannya. Entahlah, hanya chaos yang terjadi, saat satu lama lain
berusaha untuk selalu terlihat benar. Bukankah untuk dihargai oleh orang lain,
kita harus menghargai mereka terlebih dahulu ? Bukankah setiap orang bebas
mengutarakan pendapatnya ? Wacana. Yap ! Semua itu hanya sebuah wacana hingga
detik ini.
Sudah
paham bukan apa yang akan kalian baca selanjutnya ? Tentang sepak bola, dan
masih selalu tentang si kulit bundar dengan sejuta ceritanya. Saya selalu
semangat saat bercerita tentang sepak bola, seperti semangat saat saya berada
di pinggir lapangan untuk menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola. Saya
sendiri masih belum siap disebut sebagai seorang supporter, bagaimana kalau
sebagai salah satu penikmat dari permainan si kulit bundar dan segala hal yang
berkaitan dengannya ? Baiklah sepakat, panggil saja saya demikian.
Saya
hanya ingin berusaha fokus dalam mendukung tim kebanggaan yang saya bela, namun
tetap dengan memperhatikan segala hal yang terjadi pada tim tersebut. Saya
hanya ingin terus berusaha berada di barisan terdepan dalam membela kepentingan tim dengan cara
saya sendiri, dibandingkan dengan ikut pusing berada di antara
teriakan-teriakan pendapat yang selalu merasa paling benar. Sebuah tim tidak hanya
membutuhkan sekedar ide, wacana atau kritik-kritik dari para pendukungnya. Tapi
juga tindakan nyata dalam mendukung. Menurut saya, mendukung klub kebanggaan
tidak hanya berbatas pada waktu selama 2x45 menit. Jadi seharusnya bukan hanya
sekedar kritik atau hujatan yang diberikan kepada tim, namun juga sebuah
tindakan nyata demi menjaga eksistensi sebuah tim yang dibela bukan ?
Dan
saat sudah siap menentukan dengan siapa saya akan menitipkan rasa cinta saya,
berarti saya sudah siap pula menerima keadaan tim tersebut, sebagus dan seburuk
apa pun keadaannya. Selalu berusaha memandang segala seuatu yang terjadi
terhadap tim dengan kritis dan realistis. Jika tidak bisa membantu tim dengan
memberikan solusi, lebih baik jangan memberikan kritik. Jika tidak bisa
menerima kekalahan, lebih baik jangan bersorak saat menang. Jika tidak selalu
berada di pinggir lapangan untuk mendukung tim, lebih baik diam dan cukup
perhatikan.
Sesungguhnya
tidak akan pernah ada supporter karbitan, tidak akan pernah ada supporter layar
kaca, tidak akan pernah ada supporter kemarin sore, jika kita tau bagaimana
menghargai cara setiap orang mencintai dan mendukung timnya, jika kita tau
bagaimana menghormati dan menerima cara setiap orang berpendapat demi kejayaan
timnya. Masihkah sepak bola sebagai salah satu olah raga yang dijadikan sebagai
alat pemersatu bangsa di negara ini ? Atau ada yang keberatan dengan setiap
kalimat yang ada di tulisan ini ? Silahkan kembali membaca yang tertera di paragraf
pertama. Terima kasih.
No comments:
Post a Comment