Mencintai
itu tentang sebuah ketulusan.
Dia
tidak perlu tahu seberapa besar cintamu.
Dia
tidak perlu tahu seberapa sering kamu merindukannya.
Dia
tidak perlu tahu seperti apa pengorbanan yang telah kamu perbuat.
Dia
tidak perlu tahu cara kamu menahan air mata saat dia membuatmu kecewa.
Yang
perlu dia tahu, bahwa dia adalah sosok yang patut untuk diperjuangkan
kebahagiaannya sekali pun bukan kamu yang menjadi bagian dari bahagianya.
Munafik
kah? Memang!
Tapi
seringkali, bahagianya berasal dari sakitmu, dari air matamu, dari iklhasmu
mencintainya tanpa balas.
Jika
siap untuk mencintai, bukankah juga siap untuk berkorban?
No comments:
Post a Comment