25
Juli 2013… Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya membirukan Gelora Bung Karno
dari yang biasanya mengenakan warna merah atau oranye saat menginjak stadion
tersebut. BNI All Stars vs Chelsea FC ! Sudah hampir tiga bulan lamanya saya
menunggu hari ini datang, mengingat saya sangat menyukai tim asal London
tersebut. Maka saat ada kesempatan untuk menyaksikan mereka secara langsung,
saya tidak ingin melewatkan kesempatan itu begitu saja. Saya mendapatkan teman
baru untuk menyaksikan laga tersebut, mendapatkan tiket yang murah pula pada
H-1 pertandingan. Seperti saya pernah katakan sebelumnya, selalu ada jalan
untuk mendukung tim kesayangan, dan itu memang selalu terbukti.
Dan
tibalah saya di sektor satu SUGBK kira-kira sekitar satu setengah jam sebelum
pertandingan dimulai. Saat mulai pemanasan, pemain yang pertama kali keluar
dari locker room adalah pemain Chelsea, dan PETR CECH orangnya ! Pemain yang
paling saya sukai di klub Chelsea FC. Walau pun dia tidak dimainkan pada saat
pertandingan karena cidera, saya tetap puas menatapnya tanpa berkedip (ini
bohong) saat pemanasan hehehe. Setelah Petr Cech pemain Chelesa mulai keluar
menuju lapangan, dan kemudian disusul oleh para pemain yang tergabung dalam
skuad BNI All Star.
Malam
itu, pertandingan memang dimenangkan Chelsea FC atas BNI All Stars. 8-1, telak
! Apa saya bangga karena gawang “Indonesia” dijebol oleh klub luar favorit saya
sebanyak delapan kali ? Tentu tidak. Satu-satunya hal yang membuat saya bangga
adalah, karna satu stadion yang berpakaian “biru” justru tanpa lelah meneriakan
chants untuk INDONESIA ! Saya sendiri terkejut sekaligus bangga. Bagaimana
teman-teman dari CISC menunjukkan bahwa fans tim luar tidak akan pernah
melupakan tanah air tempat mereka berpijak. Peduli apa tentang mereka yang
membicarakan tentang nasionalisme dan fanatisme ? Tuhan yang lebih hebat pun
tidak pernah sibuk berkomentar seperti manusia kebanyakan hehehe.
Well,
ini sedikit cerita dari saya sebagai fans klub luar yang tidak pernah sedikit
pun meninggalkan sepak bola lokal. Jika ingin bicara nasionalisme, coba ingat
lagi sesering apa kalian bolos dalam upacara bendera di sekolah ? Dan jika
bicara fanatisme, sejauh apa loyalitas yang sudah diberikan terhadap klub lokal
yang ada di Indonesia. Karna bagi saya setiap orang bebas berekspresi dalam
mencintai sepak bola. Football For Unity.

No comments:
Post a Comment