12
Oktober 2013…
Kembali
melangkahkan kaki ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kembali memerahkan bangku
tribun. Kembali mengumandangkan lagu kebangsaan. Kembali menangis saat dibuat
bangga oleh mereka, dan disadarkan bahwa sepak bola Indonesia itu masih ada.
Perjalanan
garuda muda masih sangat panjang, harapan dan mimpi saya, mimpi seluruh
masyarakat Indonesia untuk melihat sepak bola Indonesia “tetap hidup” ada pada
setiap tetes keringat dan perjuangan mereka saat berada di lapangan hijau.
Dan
semoga mimpi kami, perjuangan kalian, serta doa-doa yang penuh harap, tidak
akan pernah musnah hanya karna segelintir oknum-oknum licik yang seringkali
merebut sepak bola dari pemiliknya, dari supporternya, dari masyarakat
Indonesia tentu saja.
Semalam
hujan turun dengan derasnya, begitu pula dengan air mata ini yang sangat sulit
terbendung. Wahai garuda muda, kalian dengar lagu Indonesia Raya yang
bergemuruh ? Kalian dengar teriakan semangat dari seluruh bangku tribun ? Dan
apa kalian lihat wajah-wajah penuh harap pada kalian malam tadi ? Wujudkanlah
mimpi kami, untuk mengumandangkan Indonesia Raya serta mengenakan jersey
berlambang garuda itu, di negeri orang.
Saat pluit panjang terdengar, saya
kembali duduk lemas di bangku tribun. Menangis haru, sambil tak henti-hentinya
berucap, terima kasih Tuhan…
Dan saat melihat garuda muda mengelilingi
lapangan lalu menghampiri para supporter yang hadir malam itu sambil membawa
bendera merah putih, tangis ini kembali pecah. Kenapa ? Saya membayangkan, para
pemain Persija yang melakukan selebrasi tersebut musim depan, di stadion yang
sama, di kota yang sama. Boleh saya mendapatkan kata amin dari kalian yang
membaca ini ?
Aku. Segelintir hamba Tuhan yang
ingin melihat sepak bola negri ini menjadi lebih baik.

No comments:
Post a Comment