February 20, 2015

Indonesia Super LOL!


Mungkin keputusan gue untuk bertandang ke Semarang nonton pertandingan ujicoba Persija vs PSIS beberapa waktu lalu bisa dikatakan tepat. Kenapa tepat ? Karena sepertinya gue bakalan dipaksa lebih lama lagi untuk nahan kangen sama atmosfir di stadion, di tribun. Seharusnya gue udah terbiasa dengan kondisi sepak bola Indonesia yang kebanyakan drama. Seharusnya gue udah terbiasa dengan kondisi sepak bola Indonesia yang semerawut. Tapi gue ga bisa dipaksa terbiasa terus menerus dalam keadaan yang begini, lama-lama muak juga.

Jadwal ISL diundur lagi tanpa pikir panjang sih gue rasa. Cuma karena masalah beberapa tim yang belum lengkap masalah tetek bengek yang gue juga ga mau tau itu apaan, penundaan kick off ISL alhasil merembet kebanyak hal. Persiapan masing-masing tim, persiapan supporter, bahkan pasti merembet kepersiapan timnas U23 nanti diajang sea games. Tapi yang paling ngerasain sakit pasti dari pihak supporter macem gue ini men. Susah banget buat menikmati sepak bola di negara tercinta ini. Yang bahkan gue sendiri ga tau apa negara ini sebenarnya cinta sama sepak bolanya ?

Orang-orang yang berdasi itu, dari era si A sampai sekarang era si B, ga pernah bisa sepertinya ngebawa sepak bola keperubahan yang jauh lebih  baik lagi. Kenapa ? Ya karena mereka belum jatuh cinta sama dunia sepak bola. Sepak bola mungkin butuh kemampuan. Sepak bola mungkin butuh teknis. Sepak bola mungkin butuh uang. Sepak bola mungkin butuh badan oraganisasi yang baik. Tapi sepak bola jauh lebih butuh hati, yang cuma bisa diperoleh dari pendukungnya. Gue yakin, jika orang-orang yang katanya “pintar” itu mau mengurusi dan membenahi sepak bola Indonesia dengan hati, ga akan lagi nih ada kesemerawutan seperti ini. Impossible is nothing, right ?

Apapun yang terjadi kami tetap janji mendukung bola negeri ini. 

Jatuh cintalah pada sepak bola, maka kau pun akan memahami arti pengorbanan yang sesungguhnya. - @shintiaaadewi

No comments:

Post a Comment