Karena sepak bola bukan hanya sekedar olah raga permainan, melainkan juga sebagai kehidupan bagi beberapa manusia...
Sakit berkepanjangan. Dibekukan. Kritis. Lalu dia benar-benar mati. Alangkah menyedihkannya nasib sepak bola negri ini, Tuhan. Hmm, saya mengerti jika maksud dari "mereka" baik, yakni ingin menyelamatkan atau bahkan membuat sepak bola negri ini jauh lebih baik. Tapi sayangnya, "mereka" hanya melihat dari satu sisi saja tanpa mau menoleh ke sisi lainnya. "Untuk apa berkompetisi tanpa prestasi baik, untuk apa berkompetisi jika induk olah raganya belum benar" ya, hanya itulah yang menjadi fokus "mereka".
Bicara masalah prestasi, saya akui, saya pun menginginkan sepak bola negri ini menjadi yang terbaik di antara yang paling baik. Menoreh prestasi tertinggi dan ditakuti oleh setiap lawan. Tapi apakah dengan cara "mematikan kompetisi" bisa membuat sepak bola negri ini berprestasi? Atau sederhananya, apakah kita bisa menjadi seorang juara tanpa adanya perlombaan? Apakah kita bisa mencapai garis finish, jika berhenti di tengah jalan? Saya rasa, kalian bisa menyimpulkan sendiri jawabannya.
Lalu soal induk sepak bola negri ini yang belum benar, saya rasa itu adalah masalah klasik. Seharusnya, jika belum benar, perbaiki yang cacat saja, bukan justru merusak keseluruhan bagiannya. Mungkin "mereka" lupa akan hukum sebab-akibat yang ada dalam kehidupan. Hey, apa "mereka" lihat kaki-kaki yang kini bermain di tanah gersang perkampungan? Apa "mereka" lihat wajah-wajah yang kini kebingungan bagaimana caranya untuk menyambung hidup saat bahkan "kehidupan" itu telah dirampas dan dimatikan oleh "mereka"? Tak ada solusi, "mereka" egois sekali rupanya, berambisi meraih prestasi namun justru perlahan membunuh prestasi itu sendiri.
Kami TIDAK kehilangan sebuah HIBURAN, tapi kami bahkan kehilangan sumber KEHIDUPAN!
Sepak bola sebagai hiburan bagi para pecintanya itu adalah nomor kesekian dari begitu banyaknya alasan kenapa kami mencintai sepak bola negri ini. Yang pertama dan yang paling utama adalah tetap, karena sepak bola merupakan kehidupan bagi para pecintanya. Sepak bola adalah nafasnya, sepak bola adalah jiwanya, sepak bola adalah cintanya, sepak bola adalah sedihnya, sepak bola adalah teman terbaiknya, atau bahkan sepak bola adalah luapan amarah terbesarnya.
Hiburan? Itu hanyalah sebuah bonus. Terlalu naif rasanya jika sepak bola hanya membahas satu hal yakni prestasi. Bagaimana bisa "mereka" menginginkan prestasi saat bahkan menginjak stadion saja mungkin jarang, atau bahkan tidak pernah. Tunggu sebentar, saya punya satu pertanyaan; "Saat sepak bola negri ini sempat dibekukan dan kemudian akhirnya benar-benar mati, lalu kelak jika sepak bola negri ini bereinkarnasi, siapa yang bisa menjamin bahwa prestasi sepak bola negri ini akan jauh lebih baik dari sebelumnya?"
No comments:
Post a Comment