November 8, 2016

CUKUP!

Hari ini sudah genap dua hari sejak kejadian berdarah di Tol Palimanan 6 November lalu. Gue ga pernah tau, kapan permusuhan dan saling menyimpan rasa dendam satu sama lain ini akan benar-benar berakhir. Atau memang benar jika ini semua ga akan pernah mengenal kata selesai? Sampai populasi di antara masing-masing kelompok hanya tersisa satu orang saja? Sepak bola selalu dipercaya menjadi alat pemersatu bangsa, tapi itu tidak lagi berlaku di negri ini sekalipun lagu kami masih sama yakni Indonesia Raya.

Selama dua hari terakhir ini, setiap kali gue membuka media sosial instagram, gue selalu dipaksa menahan sakit setiap kali melihat postingan dari pihak-pihak yang memposting foto korban tanpa sensor sama sekali. Gue ga bisa menahan diri gue sendiri untuk ga membayangkan segala hal buruk yang mungkin bisa saja terjadi sama gue atau bahkan orang-orang di sekitar yang gue sayang. Gue bukan takut untuk mendukung Persija nantinya, bukan itu. Gue cuma takut untuk kembali merasa kehilangan, gue ga mau hati gue terluka lagi karena alasan kematian.

Sepak bola ga pernah meminta nyawa seseorang untuk menjadi "tumbal". Sepak bola ga pernah meminta banyak darah untuk menjadi "taruhan". Sepak bola ga pernah meminta kematian untuk menjadi bayarannya ketika seseorang ingin menikmati suatu pertandingan sepak bola. Sepak bola seharusnya menjadi alasan kita untuk saling merangkul dan berbagi kebahagiaan, dan bukan saling tertunduk menangis karena merasa kehilangan. Jika memang rivalitas antara tiap-tiap pihak tidak akan pernah berakhir, setidaknya jangan ada lagi keluarga yang menangis karena harus kehilangan orang yang mereka cintai dan sayangi untuk selamanya.

Football for unity, semoga itu masih tetap berlaku di negri ini. Amin.

No comments:

Post a Comment