February 20, 2017

Gue (masih) Persija

Ini perkara prioritas. Semakin kesini, prioritas hidup seseorang pasti akan berubah. Entah soal keluarga, pekerjaan, atau sesuatu yang mereka cinta. Persija pernah menjadi prioritas yang paling utama buat gue. Dulu, waktu usia gue belum merangkak perlahan menjauhi angka 25. Dulu, waktu gue belum mikirin masa depan kedua adik laki-laki gue yang sekarang masih bersekolah. Dulu, waktu gue masih belum mikirin masa depan gue nanti akan seperti apa jadinya.

Sekarang pun Persija masih menjadi salah satu prioritas dalam hidup gue, tapi mungkin kapasitasnya yang sedikit berkurang. Hanya sedikit. Dulu gue selalu bisa menemani Persija latihan atau uji coba dimanapun itu, tapi sekarang tidak lagi karena perkara jarak. Dulu gue selalu berusaha memberikan dukungan secara langsung dimanapun Persija bertanding, mungkin sekarang harus dikurangi karena masalah pekerjaan. Sekarang harus terbiasa menjadi penggemar layar kaca, bukan tidak mungkin suatu hari nanti akan bisa kembali ke tribun meskipun belum tau kapan akan tiba waktunya.

Gue ga mungkin benar-benar bisa menghapus Persija dari daftar prioritas hidup gue. Bagaimanapun juga Persija adalah cinta pertama gue sejak duduk di bangku sekolah dasar. Persija sudah begitu banyak memberikan gue sahabat-sahabat yang memiliki berbagai macam karakter, dan itu menyenangkan. Persija pun sudah memberikan banyak pelajaran hidup soal dicintai serta ditinggalkan. Segala tangis dan tawa, pun kemarahan, sudah gue rasakan hanya karna mencintai sesuatu yang bernama Persija, serta sepak bola.

Gue (masih) Persija. Sejauh apapun jarak memisahkan, sesibuk apapun hingga waktu tersita habis, Persija tidak akan pernah lekang dan menghilang dari dalam hati serta ingatan. Ini bukan lagi perkara prioitas, melainkan cinta. Cinta yang tidak akan pernah mengenal kata berhenti meski seringkali tersakiti, karna sejak lama hati pun sudah mengucap janji, apapun yang terjadi selamanya gue tetap Persija.

Selesai.


No comments:

Post a Comment