May 21, 2013

20 Jam Jakarta Solo untuk Kemenangan 2-0


Persija pasti akan bangkit ! Perlahan namun pasti, Macan Kemayoran akan bangun dari tidur panjangnya dan kembali mengaum. Sebuah catatan yang mungkin agak terlambat untuk saya publikasikan di blog ini. Namun tidak pernah ada kata terlambat bukan untuk berbagi cerita dan pengalaman saat mendukung tim kebanggaan kita berlaga ?

Depok, 9 Mei 2013...
Malam itu, tepat dua hari sebelum pertandingan pertama Persija di putaran ke dua melawan Persiba akan dilangsungkan di Kota Solo. Saya selalu memiliki keinginan untuk melakukan tour saat Persija bermain di kota orang, entah karna memang partai tandang atau justru lagi-lagi harus menjalani partai usiran. Keinginan yang cukup besar untuk bisa memberikan dukungan secara langsung bagi Persija dari pinggir lapangan, dari bangku tribun bersama sahabat terbaik. Namun, untuk menonton Persija di Jakarta saja saya sudah sangat sulit untuk mendapatkan izin dari ke dua orang tua saya yang memang selalu memandang suporter Indonesia dari sisi gelapnya. Bahkan saya seringkali berbohong hanya untuk bisa menyaksikan pertandingan Persija secara langsung, apa pun resikonya. Dan malam itu, tepat H-1 pertandingan, jakmania pusat akan melakukan perjalanan dari sekretariat Lebak Bulus menuju Solo. H-1 ! Saya sudah tidak terlalu pusing untuk memikirkan apakah akan berangkat atau hanya memberikan dukungan melalui layar kaca. Tapi banyak teman yang mendesak, banyak teman yang seakan memaksa saya untuk ikut mereka mendukung Persija ke Solo. H-1 ? Apa yang bisa saya perbuat untuk meminta izin ? Bahkan saat itu hari sudah gelap, dan teman saya terus memaksa saya mengucap kata "iya" hanya untuk melakukan pendaftaran di sekretariat. Ini gila, bahkan bisa dibilang sangat nekat. Karna pada akhirnya saya mengiyakan ajakan teman saya untuk ikut pergi ke Kota Solo dan mendukung Persija di sana. Lagi-lagi dengan harus berbohong, saya pun menyiapkan keperluan seadanya yang akan saya bawa ke sana.

Jakarta, 10 Mei 2013...
Dengan bekal seadanya, menggunakan celana pendek dan melawan hujan angin sore itu, saya dan teman saya bersiap menuju Lebak Bulus. Saya masih belum percaya jika saya nekat melakukan hal ini. Tapi, saya sudah mengambil keputusan dan tidak ada alasan untuk mundur. Baiklah, Persija aku datang. Sekitar pukul 10 malam rombongan bis baru meninggalkan sekret dan kemudian menuju Solo. Kami semua berdoa agar selalu dilindungi selama perjalanan dan saat kembali lagi nanti ke ibu kota. Dan tibalah di Cikampek... Saat itu sudah gelap gulita, keadaan bis pun sudah mulai tenang, mungkin mereka sudah terlelap mengingat hari sudah larut malam. Sedangkan saya masih terjaga dan melihat-lihat keluar dari kaca jendela. Dan saya sedikit kaget melihat apa yang ada di luar sana. Beberapa orang dengan mengenakan baju biru berdiri agak berjauhan dari balik rumah seperti sedang menunggu sesuatu, menunggu mangsanya yang siap dia terkam. Tapi untunglah mereka tidak menyadari keberadaan kami pada saat itu. Jalur Gaza berhasil dilalui dengan aman dan selamat.

11 Mei 2013...
Siang hari saat mulai memasuki kawasan Jawa Tengah, ada saja kendala yang kami hadapi secara teknis. Bis yang ditumpangi oleh rombongan lain selalu saja mengalami masalah. Ya mungkin itulah yang menghambat perjalanan kami menuju Solo. Sudah fiisik lelah dan harus mengalami masalah teknis seperti itu, mulai lah diuji kesabaran kami. Apa lagi ditambah dengan supir bus yang membawa kami mengemudi dengan sangat lambat. Dan akhirnya, tibalah kami di Stadion Manahan Solo tepat satu jam sebelum kick off. Disinilah kami berdiri, di tribun Manahan Solo untuk mendukung Persija selama dua kali empat puluh lima menit. Melupakan sejenak rasa lelah perjalanan yang cukup menguras tenaga dan emosi, dan terus berteriak memberikan semangat bagi Macan Kemayoran yang sedang berjuang di lapangan hijau. Dan hasilnya ? Persija kembali ingat cara untuk menang, Persija mulai bangkit dari keterpurukannya. Terima kasih Persija, kau bayar perjalanan 20 jam kami dengan kemenangan dua nol malam itu.

Seenak-enaknya melakukan tour tandang (partai usiran) tentu jauh lebih menyenangkan jika mendukung Persija di rumahnya sendiri. Terus berharap, berusaha dan berdoa agar Persija kembali mampu berlaga di rumahnya, di Kota Jakarta. Karna menonton pertandingan sepak bola bukanlah sesuatu hal yang negatif atau menyeramkan. Justru seharusnya mereka-mereka yang memberikan larangan, belajar banyak dari kami. Belajar untuk menghargai keberadaan Persija yang sudah lebih dulu ada di Kota Jakarta sebelum mereka mulai mencari penghasilan di ibu kota. Belajar untuk menjaga apa yang memang sudah menjadi kebanggaan banyak orang Jakarta bahkan orang dari luar Jakarta. Belajar untuk memahami bahwa sejatinya sepak bola pada umumnya dan Persija pada khususnya adalah hidup bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Loyalitas tanpa batas, Persija sampai mati. Selamat siang.


Terlantar di Kota Tegal yang justru sulit mencari warteg ! Hasilnya sarapan bubur ayam -__-



Well done ! Kemenangan Persija 2-0 atas Persiba dan membayar penat dari 20 jam perjalanan :'D

No comments:

Post a Comment