Persija
pasti akan bangkit ! Perlahan namun pasti, Macan Kemayoran akan bangun dari
tidur panjangnya dan kembali mengaum. Sebuah catatan yang mungkin agak
terlambat untuk saya publikasikan di blog ini. Namun tidak pernah ada kata
terlambat bukan untuk berbagi cerita dan pengalaman saat mendukung tim
kebanggaan kita berlaga ?
Depok,
9 Mei 2013...
Malam
itu, tepat dua hari sebelum pertandingan pertama Persija di putaran ke dua
melawan Persiba akan dilangsungkan di Kota Solo. Saya selalu memiliki keinginan
untuk melakukan tour saat Persija bermain di kota orang, entah karna memang
partai tandang atau justru lagi-lagi harus menjalani partai usiran. Keinginan
yang cukup besar untuk bisa memberikan dukungan secara langsung bagi Persija
dari pinggir lapangan, dari bangku tribun bersama sahabat terbaik. Namun, untuk
menonton Persija di Jakarta saja saya sudah sangat sulit untuk mendapatkan izin
dari ke dua orang tua saya yang memang selalu memandang suporter Indonesia dari
sisi gelapnya. Bahkan saya seringkali berbohong hanya untuk bisa menyaksikan
pertandingan Persija secara langsung, apa pun resikonya. Dan malam itu, tepat
H-1 pertandingan, jakmania pusat akan melakukan perjalanan dari sekretariat
Lebak Bulus menuju Solo. H-1 ! Saya sudah tidak terlalu pusing untuk memikirkan
apakah akan berangkat atau hanya memberikan dukungan melalui layar kaca. Tapi
banyak teman yang mendesak, banyak teman yang seakan memaksa saya untuk ikut
mereka mendukung Persija ke Solo. H-1 ? Apa yang bisa saya perbuat untuk
meminta izin ? Bahkan saat itu hari sudah gelap, dan teman saya terus memaksa
saya mengucap kata "iya" hanya untuk melakukan pendaftaran di
sekretariat. Ini gila, bahkan bisa dibilang sangat nekat. Karna pada akhirnya
saya mengiyakan ajakan teman saya untuk ikut pergi ke Kota Solo dan mendukung
Persija di sana. Lagi-lagi dengan harus berbohong, saya pun menyiapkan
keperluan seadanya yang akan saya bawa ke sana.
Jakarta,
10 Mei 2013...
Dengan
bekal seadanya, menggunakan celana pendek dan melawan hujan angin sore itu,
saya dan teman saya bersiap menuju Lebak Bulus. Saya masih belum percaya jika
saya nekat melakukan hal ini. Tapi, saya sudah mengambil keputusan dan tidak
ada alasan untuk mundur. Baiklah, Persija aku datang. Sekitar pukul 10 malam
rombongan bis baru meninggalkan sekret dan kemudian menuju Solo. Kami semua
berdoa agar selalu dilindungi selama perjalanan dan saat kembali lagi nanti ke
ibu kota. Dan tibalah di Cikampek... Saat itu sudah gelap gulita, keadaan bis
pun sudah mulai tenang, mungkin mereka sudah terlelap mengingat hari sudah
larut malam. Sedangkan saya masih terjaga dan melihat-lihat keluar dari kaca
jendela. Dan saya sedikit kaget melihat apa yang ada di luar sana. Beberapa
orang dengan mengenakan baju biru berdiri agak berjauhan dari balik rumah
seperti sedang menunggu sesuatu, menunggu mangsanya yang siap dia terkam. Tapi
untunglah mereka tidak menyadari keberadaan kami pada saat itu. Jalur Gaza
berhasil dilalui dengan aman dan selamat.
11
Mei 2013...
Siang
hari saat mulai memasuki kawasan Jawa Tengah, ada saja kendala yang kami hadapi
secara teknis. Bis yang ditumpangi oleh rombongan lain selalu saja mengalami
masalah. Ya mungkin itulah yang menghambat perjalanan kami menuju Solo. Sudah
fiisik lelah dan harus mengalami masalah teknis seperti itu, mulai lah diuji
kesabaran kami. Apa lagi ditambah dengan supir bus yang membawa kami mengemudi
dengan sangat lambat. Dan akhirnya, tibalah kami di Stadion Manahan Solo tepat
satu jam sebelum kick off. Disinilah kami berdiri, di tribun Manahan Solo untuk
mendukung Persija selama dua kali empat puluh lima menit. Melupakan sejenak
rasa lelah perjalanan yang cukup menguras tenaga dan emosi, dan terus berteriak
memberikan semangat bagi Macan Kemayoran yang sedang berjuang di lapangan
hijau. Dan hasilnya ? Persija kembali ingat cara untuk menang, Persija mulai
bangkit dari keterpurukannya. Terima kasih Persija, kau bayar perjalanan 20 jam
kami dengan kemenangan dua nol malam itu.
Seenak-enaknya
melakukan tour tandang (partai usiran) tentu jauh lebih menyenangkan jika
mendukung Persija di rumahnya sendiri. Terus berharap, berusaha dan berdoa agar
Persija kembali mampu berlaga di rumahnya, di Kota Jakarta. Karna menonton
pertandingan sepak bola bukanlah sesuatu hal yang negatif atau menyeramkan.
Justru seharusnya mereka-mereka yang memberikan larangan, belajar banyak dari
kami. Belajar untuk menghargai keberadaan Persija yang sudah lebih dulu ada di
Kota Jakarta sebelum mereka mulai mencari penghasilan di ibu kota. Belajar
untuk menjaga apa yang memang sudah menjadi kebanggaan banyak orang Jakarta
bahkan orang dari luar Jakarta. Belajar untuk memahami bahwa sejatinya sepak
bola pada umumnya dan Persija pada khususnya adalah hidup bagi sebagian besar
rakyat Indonesia. Loyalitas tanpa batas, Persija sampai mati. Selamat siang.
Terlantar
di Kota Tegal yang justru sulit mencari warteg ! Hasilnya sarapan bubur ayam
-__-
Well
done ! Kemenangan Persija 2-0 atas Persiba dan membayar penat dari 20 jam
perjalanan :'D


No comments:
Post a Comment