Ini cerita tentang yang mencintai dan yang dicintai. Mana menurutmu yang lebih membahagiakan diri sendiri? Menurutku mencintai. Karena saat mencintai seseorang dan selalu berhasil membuatnya tersenyum, adalah salah satu cara sederhana untuk membahagiakan batin, membahagiakan hati nurani.
Ini cerita tentang yang menunggu dan yang ditunggu. Mana menurutmu yang lebih menyiksa diri sendiri? Menurutku ditunggu. Karena aku sadar, begitu banyak kekurangan yang aku miliki. Dan jika ada seseorang nun jauh di sana yang menunggu akan kehadiranku, betapa bodohnya aku jika sampai mengabaikan penantiannya, penantian seseorang yang rela membuang waktunya hanya untuk menunggu manusia sepertiku.
Ini cerita tentang yang melupakan dan yang dilupakan. Mana menurutmu yang lebih menyedihkan? Menurutku melupakan. Karena sekeras apa pun kita berusaha menghapus kenangan yang ada di masa lalu, hal itu akan menjadi sia-sia belaka. Karena kita tidak akan pernah bisa benar-benar melupakan, karena pasti akan selalu ada hal yang memaksa kita untuk kembali mengingat semuanya.
Ini cerita tentang yang merindukan dan yang dirindukan. Mana menurutmu yang lebih menyenangkan? Menurutku merindukan. Karena itu tandanya kita benar-benar membutuhkannya, karena itu tandanya kita benar-benar menyayanginya, karena itu tandanya dia benar-benar satu-satunya orang yang tersimpan erat di dalam hati.
Ini cerita tentang yang memperjuangkan dan yang diperjuangkan. Mana menurutmu yang lebih mengharukan? Menurutku memperjuangkan. Karena itu tandanya kita bersungguh-sungguh, karena itu tandanya kita benar-benar berusaha menjaga apa yang sudah atau bahkan belum dimiliki. Walau seringkali memperjuangkan kebahagiaan seseorang, yang justru bahagianya bukan karena kita dan kita hanya menjadi penikmat dari bahagianya. Tapi tidak pernah sekali pun berhenti berharap, jika suatu saat dia tau bagaimana cara kita memperjuangkannya.
Dan, bagaimana menurutmu?
No comments:
Post a Comment