February 14, 2016

Bangga Menjadi Indonesia

"Di sana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata."

Saat semua orang bangga karna pernah menginjakan kakinya di dunia nun jauh sana, aku masih di sini. Saat semua orang menceritakan pengalamannya berkeliling dunia, aku tetap di sini. Dan saat semua orang memuja dunia yang asing bagiku, aku pun masih belum beranjak dan tetap di sini. Ini rumahku. Tempat aku lahir, menjalani kehidupan dan kemudian mati.

Indonesia... Aku bodoh jika tidak mensyukuri karna telah berada di sini. Tuhan begitu baik tampaknya, sehingga aku diizinkan untuk menghirup udara di negri ini.

Indonesia... Aku dilahirkan di tempat yang luar biasa. Menurutku, di sinilah surga dunia yang sesungguhnya. Banyak orang dibuat kagum oleh pemandangan dari Sabang hingga ke Merauke. Banyak orang dipaksa menahan nafas hanya untuk sejenak menikmati indahnya negri ini. Apa yang hendak di cari? Lautan luas? Daratan? Pegunungan yang menjulang menembus awan? Hutan lebat? Semua ada di rumahku, di Indonesia. Agama, budaya, ras, suku bangsa, sumber daya alam.

Ah, betapa kayanya negri ini Tuhan! Betapa sempurnanya semesta yang telah Engkau lukis dengan tanganMu Tuhan! Namun apa yang terjadi? Tuan rumah enggan menjaga miliknya sendiri. Bahkan menjadi babu di rumahnya sendiri. Ibu pertiwi menangis. Ia disia-siakan. Ibu pertiwi menjerit. Ia disakiti. Ibu pertiwi bersedih. Ia dicampakan.

Indonesia... Mungkin aku belum bisa membalas apa yang telah kamu berikan padaku. Aku berhutang banyak padamu. Aku hidup dengan udaramu. Bahkan aku mati di tanahmu. Tapi aku berjanji, tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan tetap di sini bersamamu. Sejak aku lahir, belajar bicara, merangkak, berjalan, berlari, terjatuh sampai nanti aku hanya bisa duduk di kursi goyangku, aku akan tetap berada di sini. Darah ini merah. Tulang ini putih. Dan hati ini Indonesia. Seumur hidup, tak akan pernah berubah. Indonesia, aku mencintaimu. Sungguh.

Seburuk-buruknya negaraku.
Serunyam-runyamnya bangsaku.
Seangkuh-angkuhnya pemimpinku.

Di sinilah aku tinggal.
Indonesia.

"Tanah airku Indonesia, negeri elok amat ku cinta. Tanah tumpah darahku yang mulia, kan ku puja sepanjang masa."

No comments:

Post a Comment